oleh

Eks Ketua Gerindra Pamekasan Sarankan Totok Atau Yuni Gantikan Wabup Raja’e

PortalMadura.Com, Pamekasan – Mantan Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Agus Sujarwadi akhirnya angkat bicara perihal sosok yang dianggap cocok menggantikan Wakil Bupati, Raja’e yang meninggal dunia tanggal 31 Desember 2020.

Menurutnya, pengganti Raja’e sebagai orang nomor dua di bumi Gerbang Salam harus segera dibicarakan secara serius. Mengingat, kepemimpinan menjadi hal yang urgen dalam satu daerah untuk meneruskan program yang telah dicanangkan demi kemaslahatan umat.

Dia mencontohkan, saat Nabi Muhammad SAW wafat, sahabat dan umat Islam secara umum resah dan bingung untuk meneruskan perjuangan beliau, hingga akhirnya Umar bin Khottab mengumumkan untuk segera menunjuk pemimpin pengganti Nabi Muhammad lantaran munculnya keresahan dari putri nabi, Fatimah Azzahra.

“Ini soal kepemimpinan, bukan bicara enak atau tidak enak. Persoalan imamah itu sangat penting dalam suatu daerah maupun dalam Islam. Artinya, dari saking gentingnya soal imamah atau kepemimpinan, ini penting untuk dibicarakan,” tegasnya, Senin (18/1/2021).

Dia mengaku, dirinya tidak memiliki kepentingan terkait pengganti Wabup Raja’e, namun sebagai orang yang pernah mendukung saat pilkada tahun 2018 merasa bertanggung jawab memberikan saran sosok yang dianggap cocok untuk Kabupaten Pamekasan.

“Saya tidak punya kepentingan, cuman saran saya sebagai mantan ketua dan ikut mengawal merasa bertanggung jawab. Karena sejak pemilu tahun 1998 saya berkecimpung, jadi saya paham karakteristik masyarakat Pamekasan,” tandasnya.

Pria yang akrab dengan julukan bupati trotoar ini melanjutkan, sejauh ini ada beberapa sosok figur berasal dari partai politik koalisi saat pilkada lalu muncul ke publik. Baik dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

“Tetapi dari beberapa figur itu, ada dua orang yang menurut saya aman dan diterima oleh semua kalangan. Yaitu Bapak Sekda (Totok Hartono), dan istri Wabup Raja’e sendiri (Yuni Laily Fitriyah),” ulas dia.

Dikatakan, ketika Bupati Baddrut Tamam memilih Raja’e sebagai pendampingnya pada pilkada lalu, ada beberapa keunggulan yang menjadi slogan. Di antaranya, koalisi selatan-utara, dan koalisi aktivis. Artinya, apabila memilih Yuni Raja’e menduduki kursi wabup yang kosong, maka slogan itu tetap terpelihara dengan baik, yang bersangkutan berasal dari wilayah pantura dan mantan aktivis mahasiswa.

“Kalau yang lebih paham Pamekasan, ya pak sekda. Tapi, sampaikan mohon maaf saya kepada keluarga almarhum dan masyarakat Pamekasan, ini bukan tidak menghormati almarhum, tapi ini masalah imamah atau kepemimpinan yang harus berjalan,” pungkasnya.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Desy Wulandari

Komentar