Emas Antam Melesat Rp 50 Ribu dalam Sehari, Kini Sentuh Rp 2,95 Juta per Gram

Avatar of PortalMadura.com
Emas Antam Melesat Rp 50 Ribu dalam Sehari, Kini Sentuh Rp 2,95 Juta per Gram
Emas Antam Melesat Rp 50 Ribu dalam Sehari, Kini Sentuh Rp 2,95 Juta per Gram

PortalMadura.com Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melonjak signifikan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Berdasarkan data resmi laman Logam Mulia Antam, harga jual emas naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.954.000 per gram dibandingkan sehari sebelumnya.

 

Lonjakan ini menjadi koreksi cepat setelah harga sempat terkoreksi Rp 43.000 ke level Rp 2.904.000 per gram pada Jumat (13/2). Sehari sebelumnya, Kamis (12/2) pagi, harga emas Antam masih bertengger di Rp 2.947.000 per gram, menunjukkan volatilitas pasar yang cukup dinamis dalam tiga hari terakhir.

 

Tren kenaikan harga emas Antam sepanjang 2026 terus berlanjut. Sejak awal tahun di level Rp 2.488.000 per gram pada 1 Januari lalu, harga kini telah menguat sekitar 18%. Meski demikian, harga masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) yang tercatat pada 29 Januari 2026 di angka Rp 3.168.000 per gram.

 

Di sisi lain, harga buyback atau tebusan emas Antam juga menguat tajam pada Sabtu ini. Harga pembelian kembali naik Rp 53.000 menjadi Rp 2.741.000 per gram. Perlu dicatat, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% untuk non-NPWP sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 34/PMK.10/2017. Pemotongan pajak langsung dilakukan dari total nilai tebusan.

 

Kenaikan harga emas Antam hari ini sejalan dengan tren penguatan harga emas global yang dipengaruhi sentimen geopolitik dan permintaan safe haven jelang perayaan Imlek. Bagi calon pembeli, harga jual emas Antam belum termasuk PPh 0,45% yang dikenakan pada transaksi pembelian.

 

Masyarakat dapat memantau pergerakan harga harian melalui situs resmi Logam Mulia Antam atau aplikasi mobile yang tersedia. Fluktuasi harga emas diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan seiring dinamika pasar global dan permintaan domestik yang meningkat memasuki Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses