Emergensi, Kepulauan Butuh Infrastruktur Jalan dan Tangkis Laut

Avatar of PortalMadura.com
Emergensi, Kepulauan Butuh Infrastruktur Jalan dan Tangkis Laut
Ist. Kunjungan Komisi C ke Pulau Sapudi

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga kepulauan khususnya Pulau Sapudi di wilayah Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur membutuhkan infrastruktur jalan dan tangkis laut.

Hasil kunjungan Komisi C DPRD Sumenep ke Pulau Sapudi, baik di Gayam maupun Nonggunong menyebutkan, yang paling utama untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, yakni peningkatan jalan serta pemeliharaan jalan ke pelosok desa.

“Sulit dibayangkan, jalan menuju Asta Adi Poday pun rusak parah hampir 1,5 km. Padahal, ini penting dilakukan untuk pemeliharaan jalan agar ada peningkatan daya tarik para wisatawan ke lokasi wisata religi itu,” terang  Indra Wahyudi, anggota Komisi C DPRD Sumenep, pada PortalMadura.Com, Jumat (13/2/2015).

Baca Juga:  Baling-Baling Patah, KLM Cinta Kembar Sempat Hilang Kontak

Menurut politisi Demokrat ini, dengan banyaknya wisatawan religi yang datang ke Asta (makam) Adi Poday juga akan mampu memberi kontribusi besar bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi perhubungan laut.

Temuan lain yang dinilai bermasalah, adalah jalan keluar dari Pelabuhan Sapudi menuju Kecamatan Nonggunong yang merupakan jalur utama dan bersebelahan dengan laut.

“Hampir separuh bahu jalan terjadi abrasi. Kondisi jalan terkikis air laut. Dan ini, sifatnya emergensi yang harus disegerakan, yakni pembangunan tangkis laut,” tegasnya.

Meski sebagian pembangunan tangkis laut sudah dialokasikan dari dana APBD tahun 2014, tetapi masih belum maksimal. Cuaca buruk dan akan merusak kondisi jalan rutin terjadi pada bulan Juni dan Juli.

Baca Juga:  Jurnalis di Sumenep Belajar Cek Fakta

“Cuaca buruk dan merusak jalan sudah rutin terjadi. Makanya, perlu ada solusi tepat dan cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” ucapnya.

Ia memprediksi, jika dibiarkan kemungkinan tidak sampai akhir tahun 2015, hampir seluruh bahu jalan akan terkikis air laut. “Jika ini yang terjadi, sudah jelas jalan itu tidak akan bisa dilalui warga,” tandasnya.

Sedangkan sarana pengadaan air bersih dan air minum sudah sebagian dilaksanakan di daerah pedalaman Nonggunong, meski dinilai belum maksimal. (Hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.