oleh

Euforia Pilkada, Warga Yang Ditokohkan ‘Kanan-Kiri Ok’

PortalMadura.Com – Euforia Pilkada Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur membuat sebagian warga yang ditokohkan dapat bersikap ‘kanan-kiri ok’.

Sebutan ‘kanan-kiri ok’ tersebut, saat ini mulai menjadi topik perbincangan di warung-warung kopi, khususnya di wilayah Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Penelusuran PortalMadura.Com, munculnya ‘kanan-kiri ok’ ternyata berawal dari sejumlah warga yang ditokohkan dilingkungannya hadir dalam silaturrahmi tim pemenangan pasangan calon (Paslon) 1 maupun Paslon 2.

Bahkan, ada tokoh masyarakat yang sudah dikunjungi paslon 1, A Busyro Karim – Ahmad Fauzi, juga menjadi peserta undangan diacara silaturrahmi tim pemenangan Paslon 2, Zainal Abidin – Dewi Khalifah. Bagitu juga sebaliknya.

Warga pun menilai, bahwa sikap tersebut merupakan ‘bunglon’ yang ujung-ujungnya hanya untuk mendapatkan pembagian ‘kue amplop’ jika ada atau memang benar adanya.

Sebagian warga tidak yakin jika kehadiran orang yang ditokohkan disetiap kampanye, baik paslon 1 maupun 2 hanya untuk ingin tahu program yang disampaikan, sehingga dapat menentukan pilihannya dengan baik dan benar pada 9 Desember 2015.

Jika kehadirannya agar dapat menentukan pilihan pada pesta Pilkada, tentu positif. Tapi, jika kehadirannya karena diundang dan dapat dipastikan mendapatkan ‘kue amplop’, maka pendidikan politik warga sudah dirusak oleh oknum politisi atau tim itu sendiri atau memang karakter individu oknum warga yang ditokohkan itu.

Warga yang taraf pendidikannya menengah kebawah otomatis akan terbangun atau sudah terbangun sikap ‘kalau ada uang ada suara’. Pendidikan politik semacam ini, akan merusak pesta Pilkada serentak.

Upaya menekan angka pelanggaran Pilkada maupun tolak politik uang mulai dikumandangkan oleh Panwaslih setempat. Tapi, apakah himbauan itu akan mampu menyadarkan para pemilih atau pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap Pilkada untuk tidak melakukannya?.

Disadari atau tidak, keterlibatan semua pihak, baik netralitas penyelenggara, tim pemenangan, paslon dan masyarakat terdidik akan menentukan pelaksanaan Pilkada Sumenep berlangsung tanpa noda hitam.(Hartono)


Komentar