Kenali Faktor Risiko Terjadinya Tonjolan pada Bekas Operasi Perut

Avatar of PortalMadura.com
Kenali Faktor Risiko Terjadinya Tonjolan pada Bekas Operasi Perut
Ilustrasi (umma.id)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Setiap operasi yang melibatkan sayatan di bagian perut berisiko menimbulkan tonjolan pada bekas operasi yang disebut juga dengan hernia insisional. Setidaknya 33 persen pasien yang menjalani operasi perut berisiko mengalami kondisi ini.

Tonjolan pada bekas operasi perut terjadi jika luka operasi di dinding perut tidak menutup dengan sempurna setelah operasi. Dilansir dari laman Alodokter.Com, Selasa (1/9/2020) berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tonjolan pada bekas operasi perut.

Infeksi Luka Operasi

Apabila tidak dirawat dengan baik, luka jahitan pasca operasi berisiko mengalami infeksi. Infeksi tidak hanya akan menyebabkan luka jahitan sulit menutup dengan sempurna, tetapi juga berisiko menimbulkan tonjolan pada bekas operasi dan menghambat proses penyembuhan secara keseluruhan.

Baca Juga:  Ambunten dan Lenteng Tertinggi, PMK Merambah Kepulauan Sumenep

Penyakit Penyerta

Beberapa jenis penyakit, seperti gagal ginjal, diabetes, dan penyakit paru-paru, dapat menimbulkan tekanan pada perut dan mengganggu proses penyembuhan luka operasi. Hal ini dapat meningkatkan risiko terbukanya kembali jahitan dan memicu terjadinya tonjolan pada luka bekas operasi.

Berat Badan Berlebih (Obesitas)

Berat badan yang berlebihan dapat menghasilkan tekanan pada bekas luka operasi atau jaringan parut yang lebih besar, sehingga meningkatkan risiko hernia insisional. Selain itu, kondisi ini juga dapat menghambat proses pemulihan luka.

Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko munculnya tonjolan pada luka operasi. Hal ini disebabkan kandungan atau zat kimia dalam rokok dapat menghambat tubuh memperbaiki jaringan yang rusak dan menyebabkan luka operasi sulit sembuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.