oleh

Fokus Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Batal Naikkan Premium

PortalMadura.Com, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo membatalkan kenaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium yang rencananya bakal dinaikkan menjadi Rp 7.000 per liter.

Salah satu alasan Presiden adalah daya beli Masyarakat. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Erani Yustika mengatakan Presiden telah memerintahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk cermat dalam mengambil keputusan.

Daya beli Masyarakat tersebut merupakan salah satu dari tiga poin yang diminta Presiden untuk dicermati oleh Kementerian yang dipimpin oleh Ignasius Jonan itu. Presiden menegaskan agar daya beli Masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Pertama, Presiden meminta Kementerian ESDM menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas secara keseluruhan,” ujar Erani melalui pesan singkat pada Rabu. dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (11/10/2018).

Erani juga meminta Kementerian Keuangan untuk menganalisis kondisi fiskal secara keseluruhan dari tiap kebijakan termasuk dalam menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Premium.

Sebelumnya, PT Pertamina menaikkan harga sejumlah jenis BBM pada Rabu siang. Penaikkan terhadap Harga BBM jenis pertamax, pertamax turbo, dexlite, pertamina dex, dan biosolar non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.

Tidak lama berselang Pemerintah melalui Kementerian ESDM pun memutuskan untuk menaikkan harga BBM jenis premium dari sebelumnya Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Namun dalam waktu sejam, keputusan itu dibatalkan. (AA)