Gagal Bertemu HCML, Nelayan Sampang “Ngamuk” di Kantor Bupati

Warga Nelayan Sampang Sobek Surat Undangan Pemkab
Warga Nelayan Sampang Sobek Surat Undangan Pemkab, Kamis (22/2/2018). (Foto. Isrok)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sampang – Warga nelayan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, khususnya nelayan dari wilayah Camplong, Kamis (22/2/2018), “ngamuk” di Kantor Bupati setempat.

Surat undangan dari Pemkab dengan agenda mempertemukan warga nelayan dengan pihak manajemen HCML (Husky-CNOOC Madura Limited) dinilainya hanya janji. Sebab, tak seorang pun ada dari pihak HCML di ruang pertemuan Pemkab.

Warga nelayan yang sudah 2 jam menunggu pihak manajemen HCML tersebut, tiba-tiba merobek surat undangan Pemkab dan sontak keluar dari ruang pertemuan.

Mereka menyatakan kecewa dengan gagalnya pertemuan dengan HCML. Padahal versi warga, agenda pertemuan tersebut sudah melalui proses dan telah disepakati bersama.

“Bupati menjanjikan bertemu dengan manajemen HCML. Kenyataannya, selama dua jam kami menunggu tidak ada HCML di Pemkab,” kata salah seorang perwakilan nelayan Camplong Sampang, Buradi, pada wartawan.

Baca Juga:  Waspada Modus Donasi Sekolah, Penipu Catut Kadinsos P3A Sampang

Rencana pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pasca nelayan Camplong menggelar aksi beberapa waktu lalu. Mereka memperotes dengan keberadaan HCML yang dinilainya telah mengganggu area tangkapan ikan dan mengancam keselamatan warga nelayan Camplong. Mereka juga minta kompensasi dari pihak HCML.

Para nelayan Camplong Sampang tersebut juga mengancam akan menggelar aksi jauh lebih besar lagi pekan depan dengan tuntutan yang sama.

Menanggapi protes warga nelayan tersebut, Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengakui jika pihak HCML belum bisa memenuhi rencana pertemuan tersebut.

Menurutnya, hasil komunikasi yang dilakukan pihaknya, ketidak hadiran manajemen HCML karena masih ada kepentingan di Jakarta. “Pihak HCML menyampaikan, bahwa belum bisa hadir karena ada pertemuan dengan kementerian terkait dan membahas tentang tuntutan dari nelayan,” dalihnya.

Baca Juga:  Pakai Mobil Incar, Sampang Terapkan Tilang Elektronik

Bahkan pihak HCML (Husky-CNOOC Madura Limited) meminta agar pertemuan dengan warga nelayan ditunda pada tanggal 28 Februari 2018, yang sekaligus akan menyampaikan hasil keputusan dari kementerian kepada para nelayan.

“Hal itu, sudah kami sampaikan kepada koordinator nelayan yang hendak melakukan audeinsi. Tapi, mereka bilang rencana tidak bisa ditunda,” sambung Kasubag SDA Bagian Perekonomian Pemkab Sampang, Moh. Kamil.(Rafi/Isrok/Nanik)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.