Galian C Ilegal Merusak Lingkungan, KPPGB Turun Jalan

  • Bagikan
Galian C Ilegal Merusak Lingkungan KPPGB Turun Jalan
KPPGB Turun Jalan protes galian C ilegal merusak lingkungan (Taufikurrahman @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Aktivis pemuda yang mengatasnamakan Koalisi Pemuda Penyelamat Gadu Barat (KPPGB) menyebut Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi pusat tambang galian C ilegal.

Tudingan itu disampaikan saat menggelar unjuk rasa di jalan desa setempat, tepatnya di Jl. Raya Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep, pagi ini, Senin (3/1/2022).

“Kami sebagai warga Desa Gadu Barat merasa dirugikan dengan adanya aktivitas tambang galian C ilegal itu,” tegas korlap aksi KPPGB Desa Gadu Barat, Trisno Wijaya.

Tambang galian C ilegal yang ada di desanya, merusak ekosistem dan lingkungan. Selain itu, pihaknya menyebut telah menghambat akses ekonomi warga.

Menurutnya, tambang Galian C ilegal justru mendapat restu dari sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan desa. “Kami menuntut agar pengerjaan proyek ilegal itu dihentikan paksa. Perbaiki jalan yang rusak akibat transportasi angkutan berat proyek,” tandasnya.

Sebelum KPPGB turun jakan, pihaknya mengaku sudah melakukan pertemuan dengan para pihak, baik penanggungjwab proyek, Forkopmka dan unsur desa pada 9 Desember 2021. Tuntutan sudah disampaikan kala itu. “Dan saat ini, kami menagih janji itu sebagaimana yang telah disepakati,” ujarnya.

Selain itu, massa aksi menagih janji aparat desa untuk melakukan penghijauan dan mengembalikan/ perbaikan lokasi seperti sedia kala akibat dampak dari tambang galian C ilegal.

Atas sejumlah tuntutan itu, Kepala Desa Gadu Barat, Sumenep Sa’di tidak berkomentar banyak soal tambang galian C ilegal.

“Kami mengajak kerjasama untuk segera menyelesaikan persoalan dan dampak yang dialami akibat tambang Galian C. Dan saat ini saya masih ada tamu,” dalihnya.

Peserta aksi yang berorasi bergantian di salah satu depan warung kopi di desa setempat itu, mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.