oleh

Ganggu Penerbangan, Relokasi Bangunan SMA PGRI Dilakukan Secara Bertahap

PortalMadura.Com, Sumenep – Relokasi bangunan SMA PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur merupakan tanggung jawab Pemkab setempat untuk melakukannya. Sesuai kometmen pengelola Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, awal tahun 2017 akan beroperasi secara komersial dan bangunan SMA PGRI itu harus segera direlokasi karena mengganggu aktifitas penerbangan.

“Bangun SMA PGRI memang jadi kendala, makanya harus direlokasi. Pelaksanaan relokasi itu nanti akan dilakukan secara bertahap. Misalnya bangunan yang berlantai dua dulu, kemudian ketahap berikutnya,” ungkap kepala Dinas Perhubungan Pemkab Sumenep, Moh Fadillah, Rabu (30/3/2016).

Menurutnya, tempat relokasi bangunan itu saat ini sedang disiapkan oleh Diknas. Sesuai rencana awal, akan direkokasikan ke kearah wilayah barat kota.

“Ada timnya sendiri yang mempersiapkan relokasi bangunan itu, termasuk Diknas,” ucapnya.

Ia mengakui, jika panjang landasan pacu itu sudah terbangun sesuai ukuran standart yakni 1.600 miter, ujung landasan pacu akan berjarak 100 meter ke bangunan SMA PGRI.

“Memang bangunan SMA PGRI itu harus direlokasi. Insya-Allah tahun ini bisa direlokasi meski bertahap,” tukasnya.

Saat ini, Bandara Trunojoyo sedang dikerjakan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu serta pembangunan sejumlah fasilitas lainnya. Sebesar Rp33,7 miliar dikucurkan oleh pusat untuk pembangunan bandara tahun ini. (arifin/choir)


Komentar