oleh

Gara-gara Dendam Dukung Caleg Gagal, Warga Pamekasan Dibacok Tetangganya

PortalMadura.Com, Pamekasan – Diduga karena dendam persoalan pemilihan legislative (caleg) 2014 yang gagal, Dwi Nur Cahyo (31) warga Jl Stadion Gg IX Kelurahan Lawangan Daya Pamekasan, Madura, Jawa Timur nekat membacok tetangganya sendiri Ahmad Sugianto (31) yang mengakibatkan korban mengalami luka cukup serius di bagian dada kirinya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa pagi (11/11/2014) saat keduanya sedang berpapasan tidak jauh dari rumahnya masing-masing.

Korban Ahmad Sugianto di Rumah Sakit Umum Pamekasan menceritakan, sebelum terjadi pembacokan keduanya berpapasan di tengah jalan, dan saat itu pelaku masih mengantar pulang anaknya.

“Sempat cekcok dan pelaku bertanya, mau apa kamu? Ya saya jawab, kamu mau apa? Saya tidak punya kemauan apa-apa,” katanya.

Menurut Ahmad, setelah mengantarkan anaknya itu pelaku datang dengan membawa celurit dan langsung menyabetkannya hingga mengenai dada kiri korban.

“Dia (pelaku) datang lagi dan tiba-tiba memegang celurit dan langsung di ayunkan dan mengenai dada saya, setelah itu langsung banyak orang yang datang,” jelasnya.

iklan hari santri

Ahmad menjelaskan, sebelumnya tidak ada masalah yang serius dengan pelaku hanya saja waktu pemilihan legislative sempat terjadi perbedaan dukungan calon.

“Waktu musim caleg memang sempat tegang karena saya menjadi saksi salah satu partai dan dia (pelaku) mempunyai caleg yang didukung tapi tidak lolos,” ungkapnya.

Sementara itu, dr Akram yang menangani korban di RSD Slamet Martodirjo Pamekasan menjelaskan, korban mengalami luka tusuk di rongga dada dengan lebar kurang lebih 5 cm dengan kedalaman kurang lebih 20cm.

Menurut dr Akram, karena parahnya luka yang diderita korban dan terbatasnya peralatan medis di rumah sakit Pamekasan, korban harus dirujuk ke rumah sakit Dr Soetomo Surabaya.

“Lukanya cukup parah dan perlu peralatan medis yang memadai. Kalau hanya untuk operasi disini bisa, tetapi perawatan setelah operasi ini di Pamekasan tidak memungkinkan, sehingga harus dirujuk ke Surabaya,” jelasnya. (reiza/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.