Gara-gara Telat Masuk Lapangan, Didenda Rp 150 Juta

  • Bagikan
Kaos Merah Manajer Madura United Haruna Soemitro
dok. Kaos Merah, Manajer , Haruna Soemitro

PortalMadura.Com, Pamekasan – dijatuhi denda sebesar Rp 150 juta oleh Komisi Disiplin PSSI lantaran lambat masuk lapangan dalam tiga pertandingan Liga 1 2018 putaran pertama.

Manejer , Haruna Soemitro menyampaikan, Fachruddin dan kawan-kawan dianggap lambat memasuki lapangan setelah jeda babak pertama selama tiga kali laga. Salah satunya ketika melawan Persija di Stadion Gelora Bug Karno (SGBK) dan di Stadion Mandala Jayapura kala bertandang ke markas Persipura.

“Kami kena denda tiga kali, nilainya Rp 150 juta,” katanya, Selasa (31/7/2018).

Pihaknya tetap legowo atas denda tersebut, tetapi ada sejumlah pertanyaan dari klub perihal penjatuhan sanksi tersebut. Salah satunya sosialisasi kepada klub dan penghitungan waktu 15 menit saat jeda pertandingan. Mengingat, setiap pertandingan kondisinya berbeda.

“Waktu istirahat kan 15′ menit, terhitung sejak wasit meniup peluit babak pertama berakhir. Masalahnya yang pegang waktu itu hanya wasit dan kami tak bisa tanya, juga tidak ada hitung mundur ke pihak klub,” keluhnya.

“Pengeksekusi kesalahan (keterlambatan waktu masuk lapangan) ini kan pihak match commisioner, dan selama ini kami tidak pernah dapat konfirmasi dari mereka,” tambahnya.

Setiap stadion yang menjadi home base klub peserta Liga 1 berbeda, ada yang aksesnya mudah dan pula yang sebaliknya. Sehingga kondisi itu yang memakan waktu banyak pada jeda laga tersebut.

“Sama halnya dengan kondisi di Stadion Mandala, kami juga ada kesulitan. Ruang ganti ada di tribun timur dan bench ada di tribun barat. Jalan dari timur ke barat sudah 5′ menit, jadi bagaimana cara hitung waktu 15′ menit,” tanya Mantan Pengda PSSI Jawa Timur tersebut.

Tetapi, lanjut dia, apapun keputusan komdis PSSI tetap dihargai, meskipun keputusannya sering kali merugikan klub.

“Kami hargai keputusan itu, kami sadar kalau itu memang urusan bisnis dan penyiaran juga harus tepat waktu. Namun eksekusinya seperti apa kami harus pertanyakan, ” pungkasnya. (Marzukiy/Nanik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.