oleh

Gedung Bioskop Irama di Pamekasan Kini Hanya Tinggal Nama

PortalMadura.Com, Pamekasan – Keberadaan gedung bioskop irama, di Jl Slamet Riyadi kini hanya tinggal nama.

Bangunan yang tak lagi beroperasi sejak tahun 2003 itu, kini tak terawat. Kulit tembok mulai mengelupas serta beberapa bagian penuh dengan tumbuhan lumut dan besi sudah mulai karat.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

2 tahun kemudian, tepatnya tahun 2005, gedung itu ditutup total untuk segala aktivitas. Pemilik gedung sudah pindah ke Jakarta. Sampai saat ini, gedung tersebut tidak terawat.

Momen tanggal 30 Maret sebagai perayaan hari film, kini tak bisa lagi dirasakan masyarakat Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Padahal era 70-90-an Bioskop Irama merupakan tempat favorit bagi para penikmat film, lebih-lebih saat perayaan Hari Film Nasional.

Seperti penuturan Syaifuddin Zuhri (54), warga asal Kelurahan Kowel Kecamatan kota Pamekasan. Sejak bujang ia gemar mengunjungi Bioskop Irama untuk menikmati beberapa film ternama.

“saya sering nonton film Bioskop Irama sejak SD dulu hingga saya menikah juga masih sempat kesana,” ujarnya, Sabtu (30/3/2019).

Beragam genre film sempat menghiasi gedung Bioskop Irama. Mulai dari genre humor hingga film-film khusus kalangan dewasa yang dibintangi Eva Arnas, Kiki Fatmala, dan sejumlah artis lainnya.

“Kalau dulu kan tidak ketat, jadi tak ada sensor kayak sekarang,” ujarnya sambil tersenyum.

Pria yang akrab disapa Zuhri ini juga menuturkan sebelum film itu diputar, pihak bioskop sudah memasang poster raksasa di depan gedung menghadap ke arah barat.

Bahkan terkadang untuk bisa menonton fim-film kesukaannya ia sengaja menjadi penjual tiket.

“Dulu seru, apalagi beberapa kawan saya yang dari luar Pamekasan juga turut datang kesini,” Ujarnya.

Sementara itu, salah satu penikmat film-film bioskop, Zainal Arifin (20) mengaku senang andaikan bioskop di Pamekasan bisa kembali eksis. Pasalnya ia tak perlu jauh-jauh ke Surabaya untuk menyaksikan film-film terbadu di Indonesia.

“Masih harus ke Surabaya, karena disini kan gak ada,” pungkasnya.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar