oleh

Gegara Rebutan Posisi Sekretaris, Pelantikan KNPI Pamekasan Ricuh

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sempat diwarnai keributan, Sabtu (17/4/2021) siang.

Pelantikan yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB molor hingga sekitar pukul 14.35 WIB akibat adanya keributan memperebutkan posisi sekretaris umum antara Haidar Ansori dengan Imamuddin yang sama-sama menginginkan posisi tersebut.

Pantauan di lapangan, pelantikan sekaligus rakerda yang bertempat di Mandhapa Aghung Ronggosukowati itu terjadi keributan hingga mendatangkan massa banyak, bahkan puluhan aparat kepolisian pun harus melakukan pengamanan terhadap kedua belah pihak yang berseteru.

Keributan tersebut juga memicu salah satu pihak meminta agar acara pelantikan digagalkan. Sebab, perseteruan pada posisi sekretaris mengakibatkan acara molor cukup lama.

Kisruh tersebut akhirnya bisa diselesaikan setelah mediator meminta Haidar Ansori dan Imamuddin berembuk untuk menemukan solusi terbaik demi kebaikan DPD KNPI Pamekasan.

Hasil dari rembuk dua orang itu mendapat solusi jika posisi sekretaris dibagi dua. Yaitu separuh periode kepengurusan pertama dijabat oleh Imamuddin dan separuh periode kepengurusan kedua dijabat Haidar Ansori.

Kesepakatan tersebut ditandatangani kedua belah pihak di atas materai 10 ribu, termasuk saksi juga ikut membubuhkan tanda tangan. Sehingga, pelantikan pun dimulai.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan, Lutfi mengatakan, pelantikan KNPI periode 2021-2024 melanggar AD/ART. Sebab, KNPI tidak membentuk tim formatur yang melibatkan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dalam menetapkan susunan pengurus.

“Bahkan, susunan pengurus yang ada tidak jelas asal usul organisasinya. Tim formatur belum membentuk tapi langsung menggelar pelantikan,” tegasnya.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar