oleh

Gempa Sumenep, Kerusakan Bangunan Terus Bertambah

PortalMadura.Com, Sumenep – Bangunan yang rusak akibat gempa bumi Sumenep berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) yang menimpa Pulau/Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga saat ini pukul 14.00 WIB, Selasa (2/4/2019) mencapai 8 bangunan.

Ke delapan bangunan itu yakni gedung SMA Islam Al-Fanisa, Desa Berakas, rumah milik Muhni (60), bu Nisa (50), Wati (35), Muhayaran (55), musala Al-Falah, Surawi (34), dan Maryam (50) semuanya berada di Dusun Ambulung, Desa Keropo, Raas.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

“Mayoritas kerusakan terjadi pada dinding bangunan dan atapnya. Ada yang rusak parah dan ringan,” kata Camat Raas, Didik Wahyudi.

Dari delapan bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa tersebut hingga kini masih belum diketahui total kerugian materinya. Sebab, petugas masih dalam proses melakukan pendataan dan penghitungan di lapangan.

“Kalau soal total kerugian materi hingga saat ini masih belum diketahui. Nanti kami laporkan secara resmi ke Pemda,” ucapnya.

Baca Juga : Gempa Sumenep, Atap Sekolah Ambrol UNBK Dihentikan

Baca Juga : Gempa Sumenep, Dua Bangunan di Raas Rusak

Sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang sebagian wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sekitar pukul 08.22 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo 5,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 4,9.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,22 lintang selatan dan 114,56 bujur timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 83 km arah Tenggara Kota Sumenep pada kedalaman 5 km.

Ini KORBAN GEMPA paling terparah dlm kejadian gempa di dusun ambulung kec. Raas kabupaten sumenep edisi 02-april-2019….utk yg lain masih dianggap ringan…. semoga dpt bantuan & tdk ada gempa susulan… Amien.

Posted by Darmawi Syam on Monday, April 1, 2019

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar