oleh

3 Hal yang Perlu Orang Tua Lakukan Jika Anak Suka Mencuri Barang

PortalMadura.Com – Setiap orang tua pasti ingin anaknya memiliki perilaku yang baik. Namun, apa yang harus Anda lakukan ketika mempunyai anak yang suka mencuri? Seperti kebanyakan anak-anak, anak yang masih berusia balita, memiliki kebiasaan untuk ingin memiliki sesuatu yang ia sukai.

Anak-anak berusia 5 dan 6 tahun sedang dalam proses mengembangkan hati nurani, tetapi sangat sulit bagi mereka untuk mengendalikan diri dari godaan saat melihat sesuatu yang diinginkan. Anak-anak di bawah 3 tahun mengambil barang karena mereka tidak memahami perbedaan mana yang miliknya dan bukan.

Selamat Ibadah Puasa

Sebagai orang tua, kita harus mendidik anak sejak dini agar mencuri tidak menjadi kebiasaan buruknya. Dilansir dari laman Parenting.orami.Co.Id, Sabtu (22/8/2020), berikut atasi anak suka mencuri.

Mulai Ajari Anak Tentang Baik Buruk

Cara mendidik anak yang suka mencuri pertama adalah mulai mengajari anak tentang konsep baik dan buruk. Jangan melihat perilaku anak suka mencuri sebagai hal yang negatif, namun ambil hikmahnya sebagai cara untuk mengajari anak mengenai konsep perbuatan baik dan buruk.

Jujur saja tentang situasi yang ada dikehidupan masyarakat saat ini, misalnya kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan, tanpa membayarnya, sehingga anak harus mengembalikannya dan meminta maaf.

Jangan Bandingkan Anak

Cara selanjutnya adalah jangan sesekali membandingkan anak. Jangan membandingkan perilaku anak suka mencuri dengan orang lain, atau bahkan dengan saudaranya sekalipun.

Misalnya membandingkan ia dengan kakak atau adiknya yang tidak pernah mencuri. Akan tetapi, nyatakan nilai-nilai dalam keluarga kita dengan cara yang lebih positif, misalnya memberitahu bahwa dalam keluarga, mengambil benda yang bukan milik kita dilarang dan tidak boleh dilakukan.

Jangan Langsung Memarahi Anak

Jika Anda menemukan barang di tas anak yang seharusnya bukan miliknya, dan Anda menduga bahwa anak mencurinya, berikan komentar yang netral saja. Seperti “Ini punya siapa” atau “barang ini dapat darimana?”.

Jika ia menjawab tidak tahu, coba beri ia waktu untuk mengakui perbuatannya sebentar. Jika anak masih tidak mengakui, katakan saja bahwa Anda tahu apa yang anak rasakan dan beritahu bahwa mengambil milik orang lain bukanlah perbuatan yang baik. Lalu bersama dengan anak bisa mengembalikan barang tersebut, atau jika ia malu, Anda bisa mengembalikan barang tersebut mewakili anak dan meminta maaf.

Rewriter : Oktaviana Dwi K. K
Sumber : parenting.orami.co.id

Komentar