oleh

Harga Bahan Makanan Pokok Picu Inflasi Sumenep 0,08 persen

PortalMadura.Com, Sumenep – Pada bulan Mei 2014, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa TImur mengalami Inflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,78. Laju inflasi Sumenep ini, dibawah Jawa Timur sebesar 0,21 persen dan Nasional 0,16 persen.

Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, Inflasi Sumenep berada diposisi keenam. Inflasi tertinggi terjadi di Jember sebesar 0,43 persen, diikuti Malang 0,37 persen, Surabaya dan Madiun masing-masing 0,17 persen, Probolinggo 0,12 persen, Sumenep 0,08 persen, Banyuwangi 0,05 persen dan Kediri 0,02 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, melalui Kasi Distribusi, Kadarisman menjelaskan, terjadinya Inflasi bulan Mei di Sumenep, disebabkan beberapa kelompok komoditas.

iklan hari santri

“Inflasi Mei terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,40 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,19 persen; kelompok kesehatan 0,29 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,22 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,22 persen,” kata Kadarisman, Rabu (4/6/2014).

Ia mengungkapkan, jika dilihat dari tingkat inflasi tahun kalender, sejak Januari sampai dengan Mei 2014 sebesar 1,11 persen. “Inflasi tahun kalender ini, Sumenep masih dibawah Jawa Timur sebesar 1,80 persen dan Nasional sebesar 1,56 persen,” terangnya.

Sedangkan inflasi tahun ke tahun (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 6,31 persen, Jawa Timur 7,04 persen dan Nasional sebesar 7,32 persen.(ita/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.