Harga Bitcoin Stabil di US$89.000 Jelang Akhir Tahun, Analis Sebut Potensi Pemulihan di 2026

Avatar of PortalMadura.com
Harga Bitcoin Anjlok ke US$89.000, Analis: Ini Sinyal Awal Siklus Baru?
Harga Bitcoin Anjlok ke US$89.000, Analis: Ini Sinyal Awal Siklus Baru?

PortalMadura.comMenjelang pergantian tahun, harga Bitcoin (BTC) berada di level US$89.007, menguat 2,38% dalam sepekan terakhir. Data ini dilaporkan oleh CoinMarketCap pada Jumat (26/12/2025) pukul 13.35 WIB, setelah aset kripto terbesar dunia tersebut mengalami koreksi tajam sejak puncaknya di Oktober lalu.

Menurut Fahmi Almuttaqin, analis dari platform kripto Reku, tahun 2025 sempat menjadi tahun gemilang bagi pasar kripto. Bitcoin bahkan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di sekitar US$126.000 pada Oktober 2025. Namun, momentum bullish tersebut tak berlangsung lama.

“Setelah reli signifikan sepanjang 2025, pasar kripto menutup tahun dengan koreksi tajam,” ujar Fahmi kepada Kontan, Jumat (26/12).

Ia menjelaskan, penurunan harga Bitcoin terjadi relatif cepat antara akhir November hingga awal Desember 2025. Dalam periode itu, BTC terkoreksi lebih dari 30%, sempat menyentuh level terendah di bawah US$81.000 sebelum rebound ke kisaran US$89.000 saat ini.

Kapitalisasi pasar kripto global pun mengalami penyesuaian besar. Jika pada Oktober lalu sempat menyentuh rekor US$4,28 triliun, kini nilainya telah terkoreksi ke sekitar US$3,0 triliun—mencerminkan perubahan sentimen investor yang signifikan.

Namun, Fahmi menilai koreksi ini bukan akhir dari tren bullish, melainkan fase konsolidasi yang bisa menjadi fondasi bagi siklus kenaikan berikutnya. “Meski dibayangi ketidakpastian makroekonomi global, sejumlah indikator mulai menunjukkan potensi pemulihan yang patut dicermati investor menjelang 2026,” katanya.

Bagi investor, fluktuasi harga Bitcoin di akhir 2025 ini menjadi pengingat bahwa pasar kripto tetap volatil, namun juga menawarkan peluang strategis bagi yang memahami siklusnya. Dengan harga Bitcoin kini stabil di kisaran US$89.000, banyak pihak menunggu apakah level ini akan menjadi dasar baru sebelum lonjakan berikutnya di tahun depan.

Saat ini, pasar terus memantau kebijakan moneter global, inflasi, serta adopsi institusional sebagai faktor penentu arah harga Bitcoin di awal 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses