PortalMadura.com – Harga emas batangan bersertifikat Antam di Logam Mulia kembali mencetak sejarah pada hari ini, Jumat, 13 Maret 2026. Logam mulia ini melejit dan mencapai level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh ketidakpastian global dan pelemahan nilai tukar Rupiah.
Berdasarkan pantauan langsung dari data terbaru Antam pagi ini, harga dasar emas untuk ukuran 1 gram kini bertengger di angka Rp 1.633.000. Jika memperhitungkan pajak PPh 0,25%, harga final yang harus dibayarkan konsumen menjadi Rp 1.637.083 per gram.
Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren positif yang sudah berlangsung selama beberapa waktu, menjadikannya kabar gembira bagi para investor emas yang telah memegang aset ini.
Baca Juga:
Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini
Bagi Anda yang berencana untuk membeli emas hari ini, berikut adalah rincian harga untuk berbagai ukuran pecahan:
| Ukuran Pecahan | Harga Dasar (Tanpa Pajak) | Harga Setelah Pajak PPh 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp 866.500 | Rp 868.666 |
| 1 gram | Rp 1.633.000 | Rp 1.637.083 |
| 2 gram | Rp 3.206.000 | Rp 3.214.015 |
| 3 gram | Rp 4.784.000 | Rp 4.795.960 |
| 5 gram | Rp 7.940.000 | Rp 7.959.850 |
| 10 gram | Rp 15.825.000 | Rp 15.864.563 |
| 25 gram | Rp 39.437.000 | Rp 39.535.593 |
| 50 gram | Rp 78.795.000 | Rp 78.991.988 |
| 100 gram | Rp 157.512.000 | Rp 157.905.780 |
Harga Buyback (Jual Kembali) Juga Naik
Kabar baik juga bagi Anda yang berencana menjual emas Anda. Harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam di gerai Logam Mulia juga mengalami penyesuaian. Hari ini, harga buyback dipatok sebesar Rp 1.510.000 per gram.
Ini adalah harga yang akan Anda terima jika Anda membawa emas Antam Anda dan menjualnya kembali di Butik Logam Mulia secara langsung.
Faktor Global dan Domestik Jadi Pemicu
Beberapa analis ekonomi sepakat bahwa rekor harga emas ini tidak terlepas dari kombinasi faktor fundamental yang kuat, baik dari sisi global maupun domestik.
Pertama, sentimen geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, termasuk kekhawatiran gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, memicu kepanikan investor. Situasi ini mendorong orang untuk mengamankan kekayaan mereka pada aset *safe haven*, yaitu emas.
Faktor kedua yang tak kalah penting adalah pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS, yang kini berada di ambang Rp 17.000. Karena harga emas domestik sangat dipengaruhi oleh nilai tukar, Rupiah yang melemah secara otomatis mendongkrak harga emas di dalam negeri.
Terakhir, pasar global mengantisipasi kebijakan bank sentral yang kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga. Hal ini semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi yang tidak bergantung pada bunga bank.
Penting untuk diingat bahwa harga emas dapat berubah dengan cepat dalam hitungan jam, mengikuti pergerakan harga emas dunia, kurs mata uang, dan permintaan lokal. Selalu periksa harga terkini sebelum melakukan transaksi.
L





