PortalMadura.com– Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak tajam pada perdagangan awal pekan, Senin, 5 Januari 2026.
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga jual emas Antam hari ini naik Rp27.000 per gram, sehingga mencapai Rp2.515.000 per gram.
Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat fluktuatif di penghujung tahun 2025. Tren positif tak hanya terlihat pada harga jual, tetapi juga pada harga buyback (pembelian kembali), yang naik Rp25.000 per gram menjadi Rp2.371.000 per gram.
Selisih antara harga jual dan beli—dikenal sebagai spread—tetap menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam menghitung potensi keuntungan jangka pendek maupun jangka panjang.
Pemicu Kenaikan: Emas Dunia dan Ketidakpastian Global
Lonjakan harga emas Antam mencerminkan pergerakan harga emas global yang juga menguat di awal tahun 2026. Beberapa faktor makroekonomi menjadi pendorong utama, termasuk ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Dalam situasi ketidakpastian, emas kembali menjadi pilihan utama sebagai aset safe haven—tempat pelarian investor saat pasar keuangan bergolak.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas Antam pada 5 Januari 2026 untuk berbagai ukuran:
- 0,5 gram: Rp1.307.500
- 1 gram: Rp2.515.000
- 5 gram: Rp12.325.000
- 10 gram: Rp24.595.000
- 100 gram: Rp245.212.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp2.451.600.000
Harga ini sudah termasuk PPh 22 (0,45%) bagi pembeli yang menyertakan NPWP. Tanpa NPWP, tarif PPh naik menjadi 0,9%.
Prospek ke Depan: Masih Ada Ruang untuk Naik?
Sejumlah analis memperkirakan tren penguatan harga emas berpotensi berlanjut sepanjang pekan ini, terutama jika data ekonomi global—seperti inflasi AS dan kebijakan moneter bank sentral—masih mendukung permintaan terhadap aset pelindung nilai.
Bagi masyarakat yang berencana berinvestasi, awal tahun sering dimanfaatkan untuk menyusun ulang portofolio keuangan. Namun, para ahli tetap menyarankan untuk memantau fluktuasi harian dan tidak terburu-buru membeli saat harga sedang melonjak tajam tanpa analisis risiko.
Kenaikan Rp27.000 per gram pada hari pertama perdagangan 2026 menjadi sinyal positif bahwa emas Antam tetap relevan sebagai instrumen investasi jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.





