PortalMadura.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil pada Senin, 1 Juni 2026, mempertahankan posisinya di angka Rp 2.799.000 per gram.
Stabilitas harga ini memberikan sinyal penting bagi para investor dan pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Angka Rp 2.799.000 per gram tersebut sama persis dengan harga perdagangan pada hari sebelumnya, Minggu, 31 Mei 2026, menunjukkan ketahanan di awal pekan.
Tidak hanya harga jual, harga beli kembali atau buyback emas Antam juga tidak mengalami perubahan signifikan, bertahan di level Rp 2.609.000 per gram.
Data harga emas Antam ini didapatkan dari laman resmi Logam Mulia, yang merupakan sumber tepercaya untuk informasi harga emas batangan di Indonesia.
Selain ukuran 1 gram, Antam juga menawarkan berbagai pilihan gramasi lain dengan harga yang bervariasi.
Untuk emas Antam pecahan 0,5 gram, harganya berada di kisaran Rp 1.449.500.
Kemudian, emas Antam 2 gram dihargai Rp 5.538.000, sedangkan pecahan 3 gram mencapai Rp 8.282.000.
Pembeli yang mencari ukuran lebih besar dapat menemukan emas Antam 5 gram seharga Rp 13.770.000 dan 10 gram di angka Rp 27.485.000.
Gramasi yang lebih besar seperti 25 gram dijual Rp 68.587.000, sementara 50 gram dibanderol Rp 137.095.000.
Bagi investor institusional atau pembelian dalam skala besar, emas Antam 100 gram tersedia dengan harga Rp 274.112.000, dan 1000 gram mencapai Rp 2.739.600.000.
Pergerakan harga emas Antam hari ini mencerminkan tren yang relatif stabil setelah sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, di harga Rp 3.168.000 per gram.
Fluktuasi harga emas secara umum dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik.
Secara internasional, harga emas dunia terpantau bergerak stabil di atas level $4.500 per ons pada Senin, setelah mengalami pekan yang fluktuatif.
Upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu sentimen utama yang memengaruhi pasar emas global.
Meskipun ada harapan untuk resolusi konflik, negosiasi masih menunjukkan kemajuan yang terbatas.
Kekhawatiran akan tekanan inflasi dan prospek kenaikan suku bunga juga menjadi faktor penekan harga emas di pasar global sejak akhir Februari.
Investor juga menantikan laporan pekerjaan bulanan terbaru dari Amerika Serikat akhir pekan ini, yang diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan Federal Reserve.
Harga emas di pasar dunia sempat pulih pada Kamis pekan lalu, seiring harapan gencatan senjata yang diperpanjang di Timur Tengah.
Rich Checkan, Presiden dan COO Asset Strategis, bahkan memprediksi harga emas bisa naik dengan asumsi kabar kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran menjadi kenyataan.
Dalam konteks investasi emas perhiasan, penting untuk dicatat bahwa harga emas perhiasan biasanya memiliki struktur harga yang berbeda dengan emas batangan Antam.
Harga emas perhiasan akan mencakup biaya produksi, ongkos kerja, desain, serta margin keuntungan bagi toko perhiasan, sehingga harganya cenderung lebih tinggi dibandingkan harga emas batangan murni per gramnya.
Pembelian dan penjualan emas juga tunduk pada peraturan pajak yang berlaku.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.
Sementara itu, untuk transaksi buyback emas batangan kepada PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Pajak tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.
Sebagai investasi, emas tetap dianggap sebagai aset safe haven yang menarik di kala ketidakpastian ekonomi.
Meskipun harga emas Antam hari ini stabil, penting bagi calon investor untuk terus memantau pergerakan harga dan analisis pasar secara berkala.
Diversifikasi portofolio investasi dengan mempertimbangkan emas dapat menjadi strategi yang bijak untuk melindungi nilai aset.
Perusahaan seperti Galeri 24 yang merupakan anak perusahaan PT Pegadaian juga menyediakan berbagai jenis logam mulia, termasuk emas Antam, UBS, dan Antam Mulia Retro, menawarkan opsi bagi konsumen.
Investor dapat memanfaatkan platform digital seperti Pluang untuk memantau harga emas secara real-time, grafik, tren harian, dan mendapatkan insight pasar.
Informasi akurat dan terkini dapat membantu dalam membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan tepat.
Melihat performa sepanjang tahun 2026, harga emas Antam telah mencatatkan kenaikan sebesar 12,5%, dari Rp 2.488.000 per gram pada 1 Januari 2026.
Kenaikan ini menunjukkan potensi emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Para analis memprediksi bahwa emas dapat terus bergerak naik jika ketegangan geopolitik meningkat, namun juga berpotensi turun jika kesepakatan gencatan senjata tercapai.
Oleh karena itu, kewaspadaan dan informasi yang komprehensif sangat diperlukan dalam mengambil keputusan investasi emas.
Selalu pastikan untuk membeli emas dari sumber resmi dan terverifikasi seperti Logam Mulia atau distributor resmi lainnya untuk menjamin keaslian dan kemurnian produk.
Produk emas Antam LM yang asli memiliki kemurnian 999.9 dan telah terakreditasi oleh LBMA (London Bullion Market Association), dilengkapi dengan teknologi CertiEye untuk keamanan.
Dengan informasi yang lengkap dan analisis yang cermat, investor dapat menavigasi pasar emas dengan lebih percaya diri.





