PortalMadura.com–Harga emas perhiasan kembali mencuri perhatian masyarakat Indonesia pada Jumat, 23 Januari 2026. Menurut data terkini dari platform Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan 24 karat (99% kemurnian) menyentuh angka Rp2.303.000 per gram, menjadikannya salah satu aset paling diminati baik untuk investasi maupun kebutuhan gaya hidup.
Kenaikan ini sejalan dengan tren global yang melanda pasar logam mulia. Sehari sebelumnya, harga emas dunia menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 4.917,65 per ons di pasar spot, didorong oleh ketegangan geopolitik, pelemahan dolar AS, dan ekspektasi pelonggaran suku bunga The Fed.
Berikut rincian harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat pada Jumat, 23 Januari 2026:
Baca Juga:
- 24K (99%): Rp2.303.000
- 23K: Rp2.063.000
- 22K: Rp1.972.000
- 21K: Rp1.886.000
- 20K: Rp1.795.000
- 19K: Rp1.703.000
- 18K: Rp1.612.000
- 17K: Rp1.521.000
- 16K: Rp1.430.000
- 15K: Rp1.340.000
- 14K: Rp1.250.000
- 13K: Rp1.161.000
- 12K: Rp1.070.000
- 11K: Rp978.000
- 10K: Rp889.000
- 9K: Rp798.000
Kenaikan harga emas perhiasan tidak berdiri sendiri. Logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium juga mencatatkan rekor tertinggi. Harga perak spot melonjak ke USD 96,58 per ons, sementara platinum naik 4,6% menjadi USD 2.601,03 per ons, dan palladium menguat 3,3% ke USD 1.900,59 per ons.
Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, menjelaskan bahwa kombinasi faktor makroekonomi—termasuk tren de-dolarisasi, ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed, dan permintaan safe haven—masih menjadi pendorong utama kenaikan harga logam mulia.
Bagi konsumen dan investor di Tanah Air, memantau fluktuasi harga emas perhiasan sangat penting untuk menentukan waktu ideal dalam membeli atau menjual. Dengan harga yang terus bergerak dinamis, informasi akurat dan terkini menjadi kunci dalam mengambil keputusan finansial yang cerdas





