oleh

Harga Pupuk Subsidi Melambung, Petani ‘Geruduk’ Dispertahortbun Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Paguyuban Pemuda Bangkalan (PPB) melakukan aksi ke Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) setempat, Senin (23/11/2020).

Mereka memprotes harga pupuk subsidi di Desa Katol Barat, Kecamatan Gegger Bangkalan yang dinilai melambung hingga tembus Rp.140 ribu per sak (50kg) untuk jenis Urea.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Harga pupuk Urea di Gegger tidak sesuai dengan peraturan. Harga normal pupuk subsidi Rp90 ribu, tapi di kampung kami Rp140 ribu per sak,” kata korlap aksi, Subairi.

Merujuk pada Permen Nomor 10 tahun 2020, harga pupuk di Bangkalan menyalahi aturan. Bahkan, stok pupuk langka. “Semua jenis pupuk dijual tidak sesuai aturan oleh kios,” katanya.

Saat ini, justru stok pupuk kosong. Tanaman padi yang sedang menyemai terlihat tidak subur. Biasanya, bibit padi umur 22 hari sudah mendapat pupuk yang cukup.

Pihaknya mendesak agar dinas terkait mengatasi kelangkaan dan harga pupuk sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Jika tidak bisa mengatasi, kami akan datang lagi bersama petani,” ancamnya.

Sementara, Kepala Dispertahortbun Kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso saat menemui massa aksi menyampaikan, penyebab pupuk terkesan langka akibat minimnya SDM. Setiap hari, kata dia, petugas terus melakukan pendistribusian pupuk.

“Petugas kami yang memang minim. Penyaluran pupuk tetap berlangsung setiap hari. Maka, kami mohon bersabar,” dalihnya.

Soal harga pupuk, kios atau penjual tidak boleh ‘memainkan’ harga karena sudah diatur. “Pupuk Urea Rp90 ribu, jenis ZA Rp70 ribu. SP36 Rp100 ribu dan Phonska Rp115 ribu per sak serta organik Rp20 ribu,” urainya.

Usai ditemui, pengunjuk rasa yang dikawal ketat aparat kepolisian setempat itu membubarkan diri dengan tertib.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar