oleh

Harga Tembakau di Pamekasan Belum Memihak Petani

PortalMadura.Com, Pamekasan – Harga tembakau musim 2020 di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, belum sepenuhnya memihak kepada para petani. Sebab, harga yang dipatok pabrikan tidak sesuai dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan petani.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Pamekasan, Samukrah menyampaikan, pada awal musim harga tembakau cukup rendah, namun belakangan ini pabrikan mulai menaikkan harga yang menyentuh angka Rp 42 ribu perkilo gram, yaitu PT. Djarum. Sementara PT. Gudang Garam tertinggi Rp 40 ribu perkilo gram.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Kalau seperti itu kan jerih payah petani sedikit dihargai, harapan kami adalah semoga pabrikan terus menaikkan harga tembakau agar petani dapat merasakan manfaatnya,” katanya, Jumat (11/9/2020).

Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan advokasi serta pengawasan terhadap tata niaga tembakau musim ini sebagai ikhtiar agar petani tidak selalu menjadi objek yang dirugikan. Makanya pada awal musim kemarin, pihaknya sangat kecewa lantaran harganya yang cukup rendah.

“Gudang gudang beragam dalam menentukan harga tembakau, makanya kami berharap agar pabrikan juga memikirkan nasib petani,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengungkapkan, harga tembakau saat ini mulai Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu perkilo gram. Artinya mulai menyentuh Break Event Point (BEP) yang ditentukan oleh pemerintah daerah.

“Kami akan pantau terus agar harga bisa naik, apalagi nanti sampai melebihi harga BEP,” pungkasnya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar