oleh

Hari Jadi ke-397, Sampang Terapkan Komunikasi Bahasa Madura

PortalMadura.Com, Sampang – Komunikasi antar para pejabat dan staf di lingkungan pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menggunakan bahasan daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan menyampaikan, bahasa daerah digunakan sebagai bentuk dukungan terhadap Dirgahayu Hari Jadi (Harjad) ke-397 Sampang tahun 2020.

Selamat Ibadah Puasa

Anjuran menggunakan bahasa daerah Madura, pihaknya bukan hanya fokus di lingkungan pemerintahan. Namun, berlaku secara umum terutama di lingkungan pendidikan.

Hari Jadi ke 397 Sampang Terapkan Komunikasi Bahasa Madura
Bupati dan Wakil Bupati Sampang beserta istri (IST)

Wawan (panggilan akrab) mengaku, telah mengeluarkan surat edaran tentang anjuran menggunakan bahasa daerah Madura di setiap organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga atau pendidikan Sekolah dan swasta.

“Setiap hari kerja perkantoran dan pendidikan di wilayah Sampang kami anjurkan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Madura sampai 23 Desember 2020,” terangnya, Senin (21/12/2020).

Menurutnya, penggunaan bahasa daerah pada momentum Dirgahayu Hari Jadi Sampang bertujuan untuk menghidupkan kearifan lokal. Yakni, sikap gotong-royong masyarakat Madura, khususnya bagi warga Sampang.

“Kami menerapkan kembali, agar bahasa daerah tidak semakin tergerus oleh situasi perkembangan zaman yang berdampak terhadap cara komunikasi masyarakat untuk mempertahankan eksistensi bahasa daerah,” jelasnya.

Penggunaan bahasa daerah di setiap kantor pemerintahan Sampang lebih memprioritaskan para pejabat dan staf yang berasal dari Madura.

“Jika dalam kondisi tertentu, penggunaan bahasa daerah kami tetap menyesuaikan. Misal, kegiatan rapat karena peserta forum ada yang berasal dari luar Madura,” imbuhnya.

Pada momentum Dirgahayu Hari Jadi Sampang, Wawan juga memerintahkan seluruh pejabat dan staf OPD untuk berpakaian adat, yaitu baju Marlena dan Sakera.

“Baju adat Marlena dan Sakera yang dikenakan pejabat, staf kantor OPD, dan lingkungan pendidikan sebagai bentuk mengenang sejarah yang menjadi kebanggaan orang Madura,” pungkasnya.(*)

Penulis : Rafi
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar