Hari ke-4, Anak SD Terseret Arus Sungai Belum Ditemukan

Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
Hari ke 4 Anak SD Terseret Arus Sungai Belum Ditemukan
Pencarian korban terseret arus sungai hari ke-4. Petugas melakukan penyisiran hilir sungai batas desa (Ist)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Keberadaan jasad Fidya Talitatus Shofiyah (8) yang hilang terseret arus sungai belum ditemukan hingga memasuki hari ke-4, Selasa (22/3/2022) sore.

Korban warga Dusun Panggulan, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sumenep ini terseret arus sungai batas desa setempat, pukul 16.30 WIB, Sabtu (19/3/2022).

Korban masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar. “Ya, belum ditemukan hingga sore ini,” terang Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S.

Pencarian korban pada hari ke-4, dibentuk dua pola pencarian. Satu tim menyisir pinggir pantai dan tim lain melakukan pencarian di gorong-gorong aliran air.

Unsur yang terlibat pada pencarian jasad korban yang dipimpin Kapolsek Saronggi AKP Joni Wahyudi, meliputi BPBD, Damkar, Tagana, TNI dan perangkat desa dibantu warga.

Baca Juga:  Lepas dari Sorotan Media, Sandiaga Uno Sebut Sumenep Butuh Teknisi 'Sound System'

Widiarti menjelaskan, pencarian menyisir laut meliputi pantai Desa Kebundadap Timur, Desa Tanjung, dan Desa Pagarbatu dengan menggunakan perahu rakyat sebanyak 3 unit.

Sedangkan Basarnas menyisir perairan laut dari Pelabuhan Kalianget, Pulau Giligenting dan perairan Saronggi.

Tim lain, juga tetap melakukan penyisiran di sungai batas desa dan gorong-gorong sungai serta setiap tumpukan sampah dan lumpur.

Sebelumnya, korban yang duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar itu, pulang dari tempat mengaji sekitar pukul 16.45 WIB, Sabtu (19/3/2022), bersama neneknya, Ibu Sana.

Jalan yang dilalui, terdapat luapan air yang mengalir cukup deras akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah itu hingga tanggul tak mampu menampung.

Baca Juga:  Warga Takut Bangun Rumah dan Tempat Usaha di Bekas Keraton Batuputih

Diduga korban terjatuh, kemudian terseret arus ke sungai perbatasan desa. Proses pencarian korban dilakukan dengan melibatkan petugas gabungan dan dibantu warga.(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.