Haruna Sebut Tim Berlebel Aparat Lebih Banyak Mudaratnya

Avatar of PortalMadura.com
Manager Madura United Haruna Soemitro
dok. Manajer , Haruna Soemitro
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Pamekasan – Manajer , Haruna Soemitro menyampaikan, bahwa sepak bola Indonesia saat ini mengalami kriminalisasi luar biasa dari berbagai pihak. Terutama pada detik-detik akhir kompetisi Liga 1 2017.

Mantan Pengda PSSI Jawa Timur ini mengatakan, pihaknya memiliki banyak bukti terkait intimidasi sepak bola tersebut. Mulai pencabutan rekomendasi dari Polres Bangkalan sebelum menghadapi Bhayangkara FC dengan dugaan kuat ingin memaksakan Bhayangkara FC juara.

“Kami mendapat tekanan yang luar biasa dari aparat agar kami mengalah (dalam tanda kutip). Tolong hati-hati dalam mengutip, takut komentar saya ini berakibat hukum, tetapi saya hanya mau menyampaikan bahwa saya punya bukti kuat terkait kriminalisasi itu,” urainya usai laga Vs Bhayangkara FC, Rabu malam (8/11/2017).

Ditambahkan, selain fakta Bhayangkara mendapat tambahan poin tanpa bertanding di lapangan, para suporter Madura Bersatu diusir dari halaman Stadion Gelora Bangkalan Madura, Jawa Timur, ketika telah bersiap-siap menggelar nonton bareng Vs Bhayangkara FC yang berakhir atas kekalahan Laskar Sape Kerrab itu.

“Seakan-akan negara ini milik polisi, saya sampaikan selamat bagi polisi dan selamat untuk Bhayangkara FC dengan upaya dan usaha yang dihalalkan untuk menjadi juara,” tegasnya.

“Semua merasakan, bukan hanya Madura, ternyata keterlibatan tim-tim yang berlebel aparat ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” pungkasnya. (Marzukiy/har)

Ikuti Berita Terbaru Dari PortalMadura.com di  Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.