Hasil Studi Terbaru NASA, Ternyata Air Melimpah di Bulan

supermoon nasa visualisation 765x0 80
Ilustrasi (Istimewa Google)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, San Francisco – Laporan terbaru yang dirilis NASA menyimpulkan bahwa air di bulan bisa jadi lebih luas ketimbang yang diperkirakan sebelumnya.

Periset berharap temuan ini akan membantu menentukan bagaimana air sampai di bulan, dan bisa digunakan untuk misi NASA (National Aeronautics and Space Administration) ke depan.

Sebelumnya, diperkirakan air bulan terkunci di wilayah kutub dengan jumlah berubah terus menerus. Studi terbaru ini bertentangan dengan beberapa teori sebelumnya, terutama gagasan bahwa air di bulan hanya ada pada beberapa wilayah.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience ini berdasarkan data dari dua misi bulan NASA.

“Kami menemukan bahwa tak masalah pukul berapa atau lintang mana yang kita lihat; sinyal yang mengindikasikan air selalu tampak,” ujar penulis utama studi tersebut Joshua Bandfield dalam pernyataan persnya, dilansir Anadolu, Sabtu (24/2/2018).

“Keberadaan air tampaknya tak bergantung pada komposisi permukaan, dan airnya tetap di tempat,” katanya.

Ilmuan tetap kebingungan bagaimana air bisa sampai ke bulan – bisa jadi molekul tercipta oleh angin matahari, gelombang berpartikel bergerak dari matahari ke seluruh tata surya, menyentuh permukaan bulan. Teori lain memperkirakan bahwa air tersembunyi di dalam mineral yang tercipta saat awal bulan terbentuk miliaran tahun lalu.

“Persoalan ilmiah ini amat, amat sulit, dan hanya dengan memanfaatkan banyak sumber dari misi berbeda kita bisa memetakan jawaban,” kata ilmuwan NASA John Keller dalam pengumuman tersebut.

Periset juga ingin menyelidiki sejauh mana air di bulan dapat diakses, tujuannya untuk mencari tahu apakah air tersebut dapat diminum astronot, atau menjadi sumber bahan bakar untuk roket bertenaga hidrogen.(AA)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.