Hasil Tangkapan Ikan Teri Sumenep Tak Cukupi Kebutuhan Ekspor

Penulis: Nor FitriyahEditor: Hartono
Hasil Tangkapan Ikan Teri Sumenep Tak Cukupi Kebutuhan Ekspor
Proses sortir (Nor Fitriyah @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Hasil tangkapan ikan teri oleh nelayan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak mencukupi kebutuhan pasar global.

Pimpinan PT. Marinal Indoprima di Sumenep Musthafa menyebutkan, setiap bulan pihaknya tidak kurang dari 3 sampai 4 kontainer ikan teri dan ikan kalapan [himigo] yang dikirim untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Salah satu tujuan ekspor yakni ke negara Jepang dan Singapura. “Satu kontainer itu delapan [8] ton tujuh [7] kwintal. Pengiriman tiga sampai empat kontainer ikan teri dan himigo (fillet),” terangnya pada PortalMadura.Com, Senin (22/8/2022).

Untuk memenuhi permintaan pasar global, pihaknya terpaksa mengambil ikan dari luar Madura [Jawa]. Selama ini, kata dia, sudah memakai sistem jemput bola untuk nelayan Sumenep dengan cara mendatangi tempat pelelangan ikan [TPI] maupun pelabuhan yang ada di Sumenep.

Hal tersebut dilakukan guna memudahkan nelayan Sumenep dalam proses penjualan hasil tangkapannya. Bahkan, pihaknya juga men-support bahan bakar. “Perusahaan memberikan support subsidi solar bagi nelayan baru. Kita juga melayani [mendatangi, red] agar hasil tangkapannya mudah dijual,” ujarnya.

Pihak manajemen PT. Marinal Indoprima yang beroperasi di Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, mendorong nelayan Sumenep agar tetap semangat dan eksis menjadi nelayan ikan teri dan ikan himigo.

Menurutnya, kebutuhan pasar global terhadap ikan teri maupun ikan himigo cukup tinggi dan harganya bersaing. “Harga perkilonya, US$13 sampai US$15 atau setara dengan 223. 087 IDR,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.