Hati-Hati, 5 Zat Berbahaya yang Kemungkinan Ada dalam Makanan Anda

  • Bagikan
Sereall
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Manusia membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Namun bukan berarti mereka akan mengkonsumsi sembarang makanan. Apa yang masuk ke dalam tubuh juga akan diproyeksikan oleh mereka. Oleh karena itu, berbagai lembaga kesehatan kerap menghimbau setiap agar hanya mengonsumsi makanan yang mengandung komposisi sehat dan bergizi seimbang, sesuai kebutuhan serta pola nutrisi masing-masing.

Seperti yang kita tahu, saat ini telah banyak makanan yang serba instan. Bukan tanpa alasan, mereka menciptakannya dengan tujuan ingin mempermudah segalanya di tengah jadwal yang padat sehingga membuat Anda tidak ada alasan untuk telat makan atau tidak sempat makan. Namun, perlu Anda ketahui di balik komposisi makanan tertentu tersebut, ternyata ada zat kimia yang sejatinya berbahaya bagi kesehatan manusia. Terlebih, jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, sering, atau berkelanjutan. Berikut adalah 5 zat berbahaya yang kemungkinan terkandung dalam makanan Anda yang perlu Anda ketahui.

1. Sodium bisulfit dalam Keripik Kentang Kemasan

Makanan ini adalah favorit banyak orang. Tidak semuanya, namun beberapa produsen menambahkan zat kimia Sodium bisulfit dalam keripik kentang kemasan mereka. Ini adalah bahan pengawet supaya keripik kentang bisa bertahan lama hingga beberapa tahun lamanya. Zat ini nyatanya menjadi komposisi dalam beberapa produk pembersih. Namun, produsen produk pembersih mencantumkannya dengan kode E222. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan ini bisa berdampak tak baik untuk kesehatan.

2. Aditif Bensin dalam Sereal

Perlu Anda ketahui, sereal biasanya ditambah dengan bahan Butylated hydroxytoluene (BHT) yaitu varian pengawet makanan yang mampu membuat warna, rasa, dan aroma pada sebuah produk bertahan lebih lama, bahkan hingga tahunan lamanya. Zat ini ternyata digunakan oleh beberapa perusahaan minyak komersil sebagai zat aditif. Zat ini ditulis dengan kode AO-29, yang terkandung di dalam cairan hidraulik, minyak turbin, bensin dan bahan bakar jet.

3. Gliserin dalam Saus Es Krim Sundae

Anda pasti pernah mengonsumsi es krim sundae coklat dalam menu restoran favorit Anda. Saus ini ternyata mengandung komposisi gliserin di dalamnya. Gliserin digunakan untuk mengentalkan beberapa makanan cair yang memang sengaja dikentalkan, seperti saus coklat pada es krim sundae. Zat ini ditemukan pada sabun mandi atau cairan untuk mengawetkan mayat.

4. Zat Pemicu Kanker dalam Pewarna Merah Makanan

Makanan yang berwarna merah tentu terlihat menarik. Nah, zat pewarna makanan merah dikenal dengan erythrosine atau kode Red No.3. Zat ini diizinkan untuk digunakan sebagai pewarna makanan oleh Amerika Serikat, namun ternyata BPOM Amerika Serikat justru melarang penggunaan Erythrosine dalam produk kosmetik. Zat ini ternyata mampu menimbulkan kanker pada tikus laboratorium.

5. Arsenik dalam Jus Buah Kemasan

Zat arsenik adalah zat kimia yang kerap digunakan sebagai insektisida oleh para petani buah untuk mencegah hama serangga merusak buah-buahan mereka. Arsenik ini ternyata bisa bertahan lama dan sulit hilang, bahkan hingga buah tersebut sudah diproses menjadi minuman kemasan.

Riset di Amerika Serikat membuktikan bahwa sekitar 10 persen jus kemasan yang dijual di AS mengandung arsenik dengan kadar yang cukup mengkhawatirkan jika dikonsumsi terlalu banyak. Dalam kadar yang cukup, arsenik bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia, bahkan kematian.

Bagaimana sangat mengejutkan bukan? zat tersebut ada di makanan yang tudak di sangka bahkan di dalam makanan favorit kita. Nah, mulai sekarang sebaiknya Anda mulai selektif dalam memilih makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh Anda. Jika ingin tak apa sekali kali, tapi perlu diingat segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik.(vemale.com/Nanik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.