Hati-hati Bunda! 7 Hal yang Sebaiknya Tak Anda Lakukan Saat Mendidik Anak

7 Hal yang Sebaikanya Tak Anda Lakukan Saat Mendidik Anak
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anaknya memang sangat besar, terutama seorang ibu. Pasalnya, seorang ibu tidak hanya perlu menjadi contoh yang baik, namun mereka juga harus bisa menjadi sosok yang menjadi pendukung terbesar perkembangan karakter anak sehingga si kecil bisa menjadi pribadi yang baik.

Sayangnya, saat mendidik anak seringkali ada beberapa kesalahan yang dilakukan orang tua. Sehingga hal ini bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang dan karakter si kecil.

Berikut tujuh hal yang sebaiknya tidak dilakukan orang tua saat mendidik anak:

Jadi Juru Bicaranya
Saat bertemu orang lain, ada kalanya mereka bertanya kepada anak, namanya siapa atau umurnya berapa. Daripada menjawab pertanyaan itu sendiri sebagai pengganti anak, dorong anak untuk menjawabnya sendiri.

Cara ini bukan hanya melatih keberanian anak tapi juga melatih kesopanan anak pada orang tua. Tapi hati-hati juga, jangan sembarang memberi informasi pribadi anak pada orang lain karena saat ini banyak modus kejahatan.

Berusaha Keras Menjadi Temannya
Ada kalanya, ketika anak beranjak remaja, ia tidak ingin lagi berjalan berdua lama-lama dengan ibunya. Timbulnya masa muda ini perlu dipahami oleh orang tua, jangan memaksakan diri untuk mengikutinya, mengetahui segala kegiatannya dan menempel padanya seakan temannya.

Sebaliknya, beri perhatian sewajarnya, memberinya kepercayaan untuk melakukan segalanya sendiri. Justru dengan cara inilah anak akan terbuka dengan sendirinya pada orang tua.

Membantu secara Berlebihan
Anak usia 2-3 tahun sudah hampir bisa melakukan apa-apa sendiri. Di usia ini, ibu memang perlu mengajarkan anak melakukan berbagai hal. Jangan terlalu membantunya. Anda cukup mengawasinya saja dan mendukung anak bahkan jika ia melakukannya lumayan lama. Hal ini jadi cara melatih skill kinestetik atau gerakan anak. Ini juga jadi latihan agar anak tidak manja dan bergantung pada orang tua.

Menentukan Apa yang Harusnya Ia Suka
Setiap anak punya kecenderungan sendiri secara alami seperti kecerdasan, hobi, bakat dan kemampuan lainnya. Orang tua bisa mengarahkan tapi jangan memaksakan kehendak. Ketika anak memiliki ketertarikan tersendiri terhadap bidang yang memang ia bisa melakukannya lebih baik, jangan memaksanya untuk berpindah haluan.

Mengabaikan Keberhasilannya
Anak butuh dorongan, pujian dan masukan yang positif dari orang tuanya untuk memberinya motivasi dan mendorongnya semakin baik. Setiap hal baik yang ia lakukan perlu diapresiasi dan mengarahkan pada hal yang benar jika dirasa perlu arahan.

Mencampuri Urusan Pribadinya
Saat anak menjadi remaja dan mengalami pubertas, ada baiknya jika tidak terlalu ikut campur dengan kehidupan pribadinya. Awasi saja dari jauh, dan selama kegiatannya positif serta pada jalurnya, orang tua tidak perlu terlalu khawatir berlebihan pada apa yang ia lakukan.

Mengkritiknya Berlebihan
Ada kalanya anak melakukan kenakalan tapi bukan berarti orang tua bisa memberinya kritikan pedas hingga kata-kata kasar bernada tinggi yang justru membuatnya kehilangan semangat dan menutup diri.

Orang tua juga tidak seharusnya membanding-bandingkan anak dengan anak lain karena setiap anak punya kecepatan perkembangan sendiri-sendiri. (vemale.com/Salimah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.