oleh

Hati-hati, Jika Anda Sering Menunda Mandi Junub, Ini Ancamannya!

PortalMadura.Com – Banyak orang mungkin sering menunda mandi junub apalagi di kalangan wanita yang sedang menstruasi, namun tahukah Anda kalau mandi junub itu tidak boleh ditunda.

Mandi junub adalah mandi yang dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas besar, seperti menstruasi. Apabila menstruasi telah selesai maka seorang wanita diwajibkan untuk mensucikan dirinya. Menunda mandi junub berarti menunda mensucikan diri sehingga ia tidak dapat melaksanakan ibadahnya.

Menunda mandi junub ini juga sering terjadi pada pasangan suami istri yang telah selesai bercinta. Mereka sering menunda mandi junub karena setelah bercinta, mereka langsung melanjutkan tidur.

Dijelaskan dalam sebuah kitab yang sahih tentang ancaman menunda mandi junub tanpa alasan. Isi dari penjelasan itu adalah ketika seseorang menunda mandi junubnya maka ia tidak akan didekati oleh malaikat yang bernama rahmat.

Dalam kitab tersebut dituliskan sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa terdapat tiga orang yang tidak akan didekati oleh malaikat Rahmat yakni orang mabuk, orang junub, dan orang yang berlumuran minyak wangi bernama khaluq. Ketika seseorang akan mandi junub maka ia harus menetapkan niat mandi junub terlebih dahulu.

Al Hafizh menjelaskan maksud dari hadits tersebut. Bahwa malaikat yang dituliskan dalam hadits tersebut adalah malaikat yang memberikan berkah dan rahmat, bukan malaikat pencatat perbuatan atau pengawas karena mereka akan selalu bersama kita dalam keadaan apapun.

Berdasarkan penjelasan hadits tersebut dapat diketahui bahwa ketika seseorang menunda mandi junub tanpa adanya alasan yang jelas, sebagai contohnya adalah menyepelekan atau malas, maka malaikat rahmat tidak akan mendekati orang tersebut.

Kemudian muncul pertanyaan baru, apakah setelah berhubungan kita harus langsung mandi junub atau bagaimana?.

iklan hari santri

Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah. Setelah beliau melakukan hajat dengan istrinya terkadang beliau tidak langsung mandi junub tapi juga terkadang beliau langsung mandi junub. Apabila beliau tidak langsung mandi junub, maka beliau langsung wudu terlebih dahulu sebelum tidur.

Tentang ancaman menunda mandi junub telah dituliskan dalam hadits Muslim yang menjelaskan bahwa setelah suami istri selesai bercinta, Rasulullah terkadang mandi junub langsung tapi terkadang juga tidak, dengan catatan apabila Rasulullah tidak langsung mandi junub maka beliau wudu sebelum tidur.

Apabila kita merujuk dari hadits lain, maka terdapat ancaman dalam menunda mandi junub tanpa adanya alasan yang mengikuti. Hadits tersebut memiliki isi yang sama dengan hadits di atas yang menjelaskan bahwa tidak akan didekati oleh malaikat Rahmat, orang yang tidak mandi junub setelah bercinta. Inilah termasuk ancaman dari menunda mandi junub tanpa uzur.

Hadits ini menjelaskan bahwa malaikat rahmat tidak akan mendekati tiga kaum, yakni orang junub, bangkai orang kafir, orang yang berlumuran dengan minyak wangi khaluq kecuali mereka telah berwudhu setelah melakukan hajat. Minyak wangi khaluq yang dimaksud adalah campuran dari za’faran dan lainnya namun didominasi oleh warna kuning dan merah.

Sebagai seorang muslim, hal ini perlu diperhatikan benar karena dapat mengurangi keberkahan dalam hidup kita.

Malaikat rahmat adalah malaikat yang memberikan berkah dan rahmatnya di dalam hidup kita atas ijin Allah. Apabila kita menunda mandi junub berarti kita tidak akan didekati oleh malaikat Rahmat. Jangankan diberikan keberkahan, mendekat saja malaikat tidak akan mau.

Oleh karena itu, setelah suami istri selesai bercinta maka kita harus segera mandi junub, tapi apabila kondisi atau keadaan tidak memungkinkan maka kita dianjurkan untuk berwudu sebagai pengganti mandi junub, setelah itu baru kita bisa melanjutkan untuk tidur. (kumpulanmisteri.com/Salimah)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.