oleh

HCML Tetap Sehat dan Produktif pada Masa Pandemi Covid-19

PortalMadura.Com – Adanya penyebaran kasus pandemi virus corona (Covid-19) varian Delta dari negara India menyebabkan penderita Covid-19 di Indonesia melonjak cepat.

Varian Delta, lebih cepat dan lebih ganas penyebarannya ketimbang varian Alpha mengakibatkan belasan ribu orang terinfeksi pada Rabu (23/6/2021) dan puncaknya Kamis (24/6/2021) tembus 20 ribu penderita, dan terus meningkat tajam hingga hari ini.

Di samping itu, Covid-29 varian Delta menyerang semua umur. Kecepatan dan masa inkubasi varian baru virus Covid-19 ini mengerikan. Masa inkubasinya 3-7 hari.

Dalam tiga hari saja, varian Delta telah menimbulkan gejala. Ketiga, semua yang terserang varian baru itu, demam dan sakitnya berbeda.

Pad masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, perusahaan Migas dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang sangat dinamis, serta agile terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga menuntut adanya kebiasaan baru, mengubah banyak hal, dan membatasi ruang gerak para pegawai.

Namun, saat yang sama pandemi harus dijadikan momentum sebagai upaya merapikan sistem dan cara atau pola kerja dengan menciptakan inovasi-inovasi yang bisa dilakukan.

Tidak terkecuali bagi Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

HCML merespons situasi pandemi Covid-19 dengan cepat. Respons ini, bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga para pegawai agar terlindung dan tetap bisa bekerja maksimal dan penuh produktivitas.

Dahulu sebelum pandemi, seluruh pegawai HCML bekerja di kantor atau lapangan, bertemu langsung dengan rekan-rekan kerja untuk meeting, menyelesaikan tugas bersama dan lainnya.

Bahkan untuk sekedar makan siang dan ibadah bersama. Saat mulai pandemi menyerang sampai sekarang, semua berubah total.

Pegawai terpaksa bekerja di rumah, bertemu rekan-rekan kerja lewat virtual, tidak bisa makan dan beribadah bersama secara langsung, sistem pendukung kerja yang dibuat digital, dan lainnya benar-benar perubahan yang asing atau baru bagi HCML.

Tapi tidak mengapa, karena demi kesehatan dan keselamatan bersama serta anggota keluarga di rumah.

Pandemi Covid-19 bukan hanya memunculkan krisis kesehatan. Akan tetapi, juga potensi krisis ekonomi berkepanjangan. Itulah yang membuat manajemen melakukan sejumlah langkah penanganan.

“Ada beberapa hal yang dilakukan manajemen HCML dalam menangani pandemi Covid-19, yakni pemetaan, perencanaan, pencegahan, manajemen kasus, dan melakukan pelaporan rutin sebagai bagian dari pemantauan,” jelas Manager HSSE Dept, Rockyanto Sasabone, dalam keterangan tertulis diterima PortalMadura.Com, Kamis (22/7/2021).

Menurutnya, pemetaan dilakukan dengan memutakhirkan data pandemi harian, baik global, nasional, maupun dalam internal HCML sendiri, fasilitas kesehatan yang dimiliki, baik untuk pemeriksaan, isolasi, dan kapabilitas perawatan.

Dengan pemetaan yang selalu terbarukan tersebut, diharapkan bisa melengkapi informasi sebagai bagian dari penanganan.

Dari pemetaan yang matang, manajemen perusahaan dapat melakukan perencanaan yang benar, menyangkut prosedur penanganan kasus, standar prosedur operasional (DOP) yang responsif terhadap kasus Covid-19, dan instruksi kerja terhadap karyawan.

Langkah ketiga, adalah prevensi atau pencegahan, yang tak hanya melibatkan perusahaan. Namun juga individu karyawan. Dalam rangka memastikan kondisi pegawai, manajemen HCML sudah menetapkan program kerja dari rumah kepada para karyawan sejak 17 Maret 2020.

Untuk pegawai lapangan, setiap pegawai harus melakukan karantina dan uji laboratorium setiap kali ada pergantian, penambahan, maupun rotasi di lapangan.

HCML juga menggunakan transportasi darat dari Jakarta ke Surabaya dan lokasi kerja untuk menjaga pegawai agar tidak berinteraksi dengan orang lain saat berangkat ke lapangan.

HCML, juga menyeleksi dan memeriksa dengan ketat angkutan bus yang digunakan dan supir yang membawa tim pun harus menjalankan protokol yang sama dengan perusahaan.

HCML, menyediakan akomodasi yang aman bagi pekerja kontraktor lokal di Pasuruan.

“Langkah keempat, adalah manajemen penanganan kasus. HCML siap membantu investigasi epidemiologis, antara lain untuk melacak mobilitas pasien, penelusuran kontak seperti menghubungi mereka agar diperiksa lebih lanjut, memastikan pengobatan dan isolasi di rumah maupun rumah sakit, tergantung pada kondisi pasien,” tegas pria yang akrab dipanggil Rocky.

Rocky berharap, semua langkah yang diambil HCML dapat membantu penanganan Covid-19.

“Kami sadar bahwa penanganan pandemi tidak bisa dilakukan sendirian. Setiap orang, baik personal, komunitas, maupun perusahaan harus ambil bagian dan tanggung jawab untuk mencegah meluasnya pandemi ini. Tentunya dengan standar baku yang sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Pihaknya, tetap mengabdi pada mada pandemi walaupun pandemi Covid-19 yang bahkan sedang memburuk pada pertengahan tahun 2021, HCML tetap optimis menjamin ketersediaan pasokan gas selama pandemi.

Produksi tetap berjalan dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Dalam pengerjaan proyek lapangannya, HCML menerapkan protokol kesehatan dan pemahaman yang sama kepada semua pekerja dan pekerja kontraktor. Mereka selalu berkoordinasi dengan tim HSSE Dept. untuk mendapatkan pantauan medis.

“Semua ini adalah wujud komitmen HCML untuk ikut berkontribusi dalam mengamankan pasokan gas nasional dalam masa sulit ini,” tutur Manager Regional Office dan Relations HCML, Hamim Tohari.

HCML merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). HCML mengerjakan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Selat Madura.

Selama ini, HCML berfokus menjaga kapasitas produksi agar bisa memasok kepentingan industri dan pupuk di Jawa Timur secara maksimal.

HCML memproduksi gas dan minyak kondensat di perairan Madura sejak tahun 2017 dengan mengelola empat sumur yang menjadi salah satu tulang punggung pemenuhan gas di Jawa Timur.

“Jawa Timur memiliki nilai penting dan strategis, karena menjadi lumbung minyak dan gas nasional, dengan pasokan sekitar tiga puluh persen (30%) dari 800.000 Barrel of Day (BoD) produksi minyak nasional dan 10-12% dari total pasokan gas di Indonesia,” pungkasnya.(*)

Sumber : siaran pers
Editor : Desy Wulandari

Komentar