Hebat, Ini Polwan Berprestasi Raih 10 Medali Atlet Karate

Penulis: HartonoEditor: Hartono

PortalMadura.Com, Sumenep – Hari ini, Polisi Wanita (Polwan) merayakan hari jadinya yang ke-74. Polwan lahir pada 1 September 1948 di Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Diklat pertama diikuti oleh 6 wanita terbaik Sumatera Barat. Awal terbentuknya polwan adalah untuk menangani kasus yang melibatkan wanita, baik sebagai korban, saksi atau pelaku.

Dalam perjalanannya, tidak sedikit yang memegang jabatan penting dalam jajaran Polri. Banyak nama-nama polwan yang mencuat dan bukan hanya karena paras cantik, namun juga prestasinya yang mengharumkan nama Polri.

Salah satunya, Brigadir Polisi Satu (Briptu) Savira Nanda Putriani yang bertugas di lingkungan Polres Sumenep, Madura.

Selama menjadi polisi wanita, setidaknya 10 medali diraih sebagai etlet karate. “Dari 10 medali itu, 9 emas dan satu medali perunggu,” terang Vira sapaan Savira Nanda Putriani, Kamis (1/9/2022).

Dari segudang prestasi yang diraih itu, Vira mendapat support luar biasa dari pimpinannya, karena telah membawa nama baik Polda Jatim dan Polres Sumenep.

Ibu satu anak ini diterima menjadi Polwan pada tahun 2016 dan menjalani pendidikan 7 bulan. Ia dilantik dan resmi menjadi polisi wanita tanggal 7 Maret 2017. “Pertama kali saya ditugaskan di Polda Jatim, selama dua bulan,” katanya.

Kemudian, wanita kelahiran Sumenep ini ditugaskan di Satreskoba Polres Sumenep selama 2 tahun, pindah ke seksi umum (Sium) dan hingga sekarang dibagian Kamsel (Keamanan Keselamatan Berlalulintas) Polres Sumenep.

Ia menyampaikan, prestasi di bidang olahraga bela diri, sudah dirasakan sejak duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah pertama. Ia menggeluti karate atas dorongan orang tuanya sejak sekolah dasar.

“Saya memang diarahkan oleh orang tua untuk masuk seni bela diri, karate. Dan sejak SD memang sudah bercita-cita ingin jadi polisi wanita,” ujarnya.

Berbekal kemampuan mental, fisik, kesehatan dan belajar yang rajin serta prestasi di bidang atlet, akhirnya cita-citanya tersampaikan. Meski diakui, pada proses pendaftaran cukup berat dan banyak tantangan karena harus bersaing dari banyak kabupaten.

“Alhamdulillah, yang diterima 60 orang dari Jatim, dan saya ada di peringkat ke- 20. Dari Sumenep banyak yang ikut dan diterima dua orang,” kenangnya.

Kini, Vira yang sudah tidak sendiri lagi, dituntut untuk mampu berbagi waktu antara tugas kantor dengan keluarga. Suaminya yang juga polisi menjadi tantangan tersendiri.

“Tantangan kerja, ya ada rasa capek, tapi ada rasa senang dan bangga. Dengan seragam coklat ini ada kebanggaan tersendiri, bisa mengabdi sama negara,” ujarnya.

Ia tergolong mampu membagi waktu, putranya yang baru berumur 9 bulan dituntut bangun lebih pagi. Selain menyiapkan segala kebutuhan anak dan suami sebelum berangkat kerja, Vira juga wajib mengikuti apel pagi dan langsung melaksanakan tugas rutin yakni melaksanakan pengaturan pagi (gatur) di salah satu sekolah.

“Kalau ada istirahat siang, saya curi-curi waktu untuk pulang. Kembali lagi ke kantor dan menyelesaikan tugas sampai pukul 16.00 WIB,” terangnya.

Ia baru bisa merasakan bersama keluarga dari sore hari sampai malam. Itu pun jika tidak ada tugas. “Kalau misalnya saya ada tugas di luar jam kantor, ya suami yang jaga anak. Begitu sebaliknya,” ujar wanita berusia 24 tahun ini.

Pada HUT ke-74 Polwan, Vira berharap seluruh polisi wanita makin maju dan terus berpretasi. “Bagi adik-adik yang ingin masuk Polwan, persiapkan fisik dan rajin belajar,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.