oleh

Hebat! SLB dan SLK Cinta Ananda Sumenep Gelar 4 Hari Besar dalam Satu Waktu

PortalMadura.Com, Sumenep – Sekolah Luar Biasa (SLB) dan SLK (Sekolah Layanan Khusus) Cinta Ananda Sumenep menggelar pentas seni anak berkebutuhan khusus sekaligus tasyakuran HUT ke 11, bertempat di Gedung Ki Hajar Dewantara, Jalan Trunojoyo, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2019).

Selain itu, bertepatan dengan hari kelahiran pembina Cinta Ananda yakni almarhum Sutrisno, tanggal 29 Maret 2019 juga memperingati hari pendengaran, down syndrom serta autis sedunia dalam satu waktu.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Ya, ini kebetulan sebenarnya. Ini rentetan tanggal dan bulan, tanggal 3 Maret itu diperingati sebagai World Hearing Day (WHD) atau Hari Pendengaran Sedunia, 21 Maret Hari Sindrom Down Sedunia. Sedangkan tanggal 29 Maret harinya Cinta Ananda dan tanggal 2 April itu hari autis sedunia. Jadi, biar lebih efektif dijadikan satu,” kata Ketua Yayasan Cinta Ananda, Agus Suwanto.

Menurutnya, kegiatan semacam ini bertujuan untuk mengukur potensi anak selama pembelajaran di sekolah serta kesiapan mereka terhadap lingkungan atau berada di tengah keramaian yang dilakukan setiap tahunnya.

Pihaknya berharap masyarakat dapat menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan segala kekurangannya, karena sejatinya mereka juga sama dengan anak lainnya, hanya butuh bimbingan yang lebih khusus.

Ia membuktikan bahwa anak didiknya ada yang berprestasi dan saat ini mereka bersekolah di sekolah reguler, meski tingkat usia yang lambat di sekolah reguler tapi mereka bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan tidak terbelakang.

Beberapa anak dari gangguan intelegensi, mereka juga mempunyai kemampuan musik yang bagus. Seperti menyanyi dan bermain musik, salah satunya bermain angklung yang ditunjukkan di hadapan hadirin yang hadir.

Menurutnya, hal tersebut salah satu hal yang harus diapresiasi. Anak-anak yang bermain musik biasanya memiliki kemampuan pendengaran yang bagus tapi mereka bisa sekalipun harus diberikan contoh.

Kepala Sekolah SLB dan SLK Cinta Ananda, Maulidini Triswati juga berharap hal yang sama. Dengan adanya pentas seni, dapat menggugah orang tua dan masyarakat bisa menciptakan lingkungan yang inklusif.

“Karena selama ini masyarakat masih memandang minus terhadap mereka. Walaupun tidak semua orang, tapi sebagian besar masih seperti itu,” katanya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep yang diwakili Kasi SMA, SMK, PKLK, HM. Bahri Arofah, juga mengutarakan rasa bangganya melihat anak berkebutuhan khusus menampilkan beberapa seni yang tidak kalah dengan penampilan anak-anak pada umumnya.

“Mereka berkebutuhan khusus, tapi kami yakin bahwa Allah memberikan keistimewaan khusus dibanding anak-anak lain,” katanya.

Sebelumnya, rangkaian empat peringatan tersebut diadakan lomba di antaranya, lomba baca puisi untuk anak-anak yang tunarungu. Kemudian lomba menyalin cerita dan keterampilan menulis untuk anak-anak hambatan intelegensi dan sebagian anak-anak hambatan pendengaran.

Lomba bina diri yang terdiri dari dua kategori yakni bina diri ringan dan bini diri berat untuk anak-anak autis, TK LB dan anak-anak cerebral palsy serta lomba menghias donat khusus untuk anak-anak down syndrom dan anak-anak grahita.

Beberapa pentas seni yang mereka tampilkan dalam kegiatan tersebut yakni beberapa tarian, permainan musik angklung dan gendang, hadrah dan salawat, nyanyi, serta yang terakhir paduan suara seluruh anak SLB dan SLK Cinta Ananda.

Selain wali murid, turut hadir Pembina Yayasan Cinta Ananda Hj. Siti Djuhariyah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep yang diwakili Kasi SMA, SMK, PKLK HM. Bahri Arofah, Lurah Karangduak Ach. Husain.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar