oleh

Heboh Cerita Kilatan Cahaya Melintas di Langit Juruan Laok Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Sebagian warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melihat fenomena alam yang dinilai aneh.

Warga membayangkan seperti sebuah “ganturu” atau cahaya kebaikan berwarna hijau pada ekor sinar dan ujungnya merah api. Bentuknya memanjang.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Kilatan cahaya itu jaraknya sangat dekat ke bumi. Bahkan, ada yang menyaksikan kilatan cahayanya memantul ke bumi.

Fenomena itu terlihat oleh warga Dusun Kapeng dan Dusun Jurgang, Desa Juruan Laok menjelang matahari terbit pada Jumat (13/8/2021).

Jarak dua dusun tersebut hampir 3 kilo meter. Fenomena alam yang jarang terlihat oleh warga, kini menjadi cerita mulut ke mulut.

Mereka tidak ada yang tahu benda apa yang sebenarnya. Ada yang memberikan tafsir positif dan tidak sedikit yang memberi arti negatif bahwa umur alam sudah tua.

Apa sebenarnya yang terjadi?

PortalMadura.Com mengutip dari laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) disebutkan, bahwa akan terjadi hujan meteor perseid dan aktif sejak 17 Juli hingga 14 Agustus 2021.

Fenomena itu akan terlihat pada tanggal 12 sampai 13 Agustus 2021.

Menurut LAPAN, hujan meteor perseid dapat disaksikan dari arah Utara-Barat Laut hingga Utara.

Disebutkan bahwa waktu terbaik untuk menyaksikan langsung hujan meteor perseid mulai tengah malam hingga 20 menit sebelum matahari terbit.

Bahwa intensitas maksimum hujan meteor perseid untuk Indonesia mencapai 212.400 kilometer per jam.

Hujan meteor perseid tidak terganggu oleh bulan fase sabit awal berumur 4 hari, karena bulan sudah terbenam sebelum tengah malam.

Pada laman ilmugeografi.com dijelaskan, meteor yang jatuh tersebut berasal dari serpihan debu ekor komet Swift-Tuttle yang telah masuk ke area lapisan atmosfer Bumi.

Komet ini ditemukan pertama kali pada tahun 1862 dan mengelilingi matahari setiap 130 tahun sekali.

Pada tiap pertengahan bulan Juli hingga Agustus, Bumi akan melintasi orbitnya sehingga sisa material dari komet tadi akan tertarik oleh gravitasi Bumi dan muncul sebagai hujan meteor.

Hujan meteor inilah yang disebut dengan hujan meteor perseid.

Dari waktu terjadinya kilatan cahaya yang dilihat warga Desa Juruan Laok tersebut lebih mendekati pada meteor perseid.

Sayangnya, tidak ada yang mengabadikan fenomena alam yang terlihat dengan mata telanjang tersebut. Wallahuaklam.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar