oleh

HMI : Belum Waktunya Madura Jadi Provinsi

BANGKALAN (PortalMadura) – HMI Cabang Bangkalan, Madura, Jawa Timur tidak secara spesifik menolak jika Madura akan dijadikan provinsi. Tetapi, menitik beratkan pada potensi dan kesiapan Madura itu sendiri. Selain itu, juga masih mempertimbangkan antara dampak negatif maupun positifnya.

“Kalau memang Madura untuk menjadi provinsi adalah baik, kami akan dukung. Tapi, kalau Madura menjadi provinsi hanya menjadi buruk, maka HMI Cabang Bangkalan menolak Madura untuk menjadi Provinsi. Ternyata ketika dikaji, Madura masih belum waktunya atau belum siap untuk menjadi provinsi,” tegas Mohammad Safi’i, Ketua Umum HMI Cabang Bangkalan.

Pihak HMI Cabang Bangkalan telah mengadakan kajian dengan tema “Madura Menjadi Provinsi, Langkah Baik atau Langkah Buruk?”. Dalam acara tersebut, juga dihadiri dari unsur dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Trunojoyo Madura.

Dalam kesempatan tersebut, juga dihasil beberapa kesimpulan, antara lain ;

a. Kalau Madura mau menjadi provinsi maka harus ada salah satu kabupaten di Madura yang perlu di mekarkan. Kalau di kepuluan Sumenep mau di mekarkan menjadi kabupaten, pembangunan infrastruktur masih jauh dari layak.

iklan hari santri

b. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari empat kabupaten yang ada di Madura masih rendah.

c. Sumber Daya Manusia yang ada di Madura masih rendah.

d. Masih besarnya kesenjangan pembangunan antara daratan dan kepulauan.

e. Kesenjangan pembangunan antara daerah selatan dan utara di Madura.

Sementara, Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Bangkalan, Moh. Hairus Zaman menegaskan, bahwa dari hasil diskusi tersebut memang belum waktunya Madura menjadi provinsi. Untuk itu, pihaknya akan melakukan konsolidasi kepada seluruh organisasi kemahasiswaan dan pemuda yang ada di Madura untuk menyatukan persepsi agar menolak Madura menjadi provinsi.

“Kalau Madura ingin menjadi provinsi, maka setiap kabupaten harus menunjukkan prestasi dalam meningkatkan pembangunan. Dan kita akan mendesak pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan dan fokus pada pembangunan yang ada di daerahnya masing-masing,” tandas Hairus, dalam rilisnya yang diterima Redaksi PortalMadura, Kamis (27/2/2014).(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.