oleh

Hoaks Vaksin, PWS Sampang Edukasi Generasi Milenial

PortalMadura.Com, Sampang – Organisasi profesi dari Persatuan Wartawan Sampang (PWS), Madura, Jawa Timur, menggelar sosialisasi dan edukasi melawan informasi hoaks terhadap masyarakat desa serta generasi milenial dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Acara tersebut, mewarnai Hari Ulang Tahun (HUT) PWS ke-7. Tema yang diusung adalah “Menangkal Informasi Hoaks Pada Era Digitalisasi Modern dalam Literasi Media Sosial”.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Sasaran sosialisasi, menyebar di Desa Banjar Talelah, Kecamatan Camplong, dan Desa Kanjar, Kecamatan Torjun. Kegiatan HUT PWS ke-7 itu, berlangsung sejak 4 sampai 5 Oktober 2021.

Selama menggelar sosialisasi, penitia pelaksana tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) guna menekan angka penularan kasus virus corona (Covid-19).

Para peserta diberikan pemahaman, supaya dapat mencegah, melawan dan memfilter hoaks atau informasi bohong yang sering menyebar bahkan semakin masif menyebar dalam dunia maya (Dumay) melalui media sosial (Medsos).

“Kami sengaja memilih tema tentang hoaks. Lantaran, masyarakat dan pemuda pada era globalisasi sangat banyak menggunakan media sosial,” ujar Ketua Persatuan Wartawan Sampang Abdus Salam, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, edukasi literasi media sosial terhadap masyarakat dan generasi milenial sangat urgen pada era digital yang menjadi sarana menggali informasi positif dan menangkal hoaks.

Sosialisasi dan edukasi menangkal hoaks atau informasi palsu, memiliki tujuan khusus sebagai bentuk upaya mengarahkan masyarakat dapat memanfaatkan media sosial dengan lebih bijak.

“Informasi bohong, sesungguhnya sangat jelas tidak benar. Tetapi, dibuat seolah-olah benar, dan berhari-hatilah karena jempolmu adalah harimaumu,” tegasnya.

Tak lupa sebagai dukungan terhadap pemerintah, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemuda agar bersama-sama terlibat mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dengan bersikap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Bisa memakai masker, menjaga jarak sosial, mencuci tangan, hindari kerumunan massa yang mendesak, dan mengikuti suntik vaksin Covid-19,” katanya.

Narasumber sosialisasi dan edukasi menangkal infomasi hoaks, Ps Kanit Bintibsos, Satbinmas Polres Sampang, Aipda Liwail Amri menjelaskan, informasi hoaks muncul secara timbul tenggelam melalui paltform media sosial.

“Kami berikan pemahaman bagaimana mengecek, melihat ciri-ciri dan kebenaran sebuah informasi agar tidak diterima begitu saja apalagi menyebarkan,” terangnya.

Pihaknya menyebutkan, isu yang paling banyak diangkat pada narasi hoaks, salah satunya tentang suntik vaksin Covid-19. Misal, ada sebagian masyarakat diinformasikan lumpuh dan meninggal dunia setelah suntik vaksin.

Pembuat dan penyebar hoaks, lanjut Amri, dapat dikenakan pidana sesuai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-undang Nomor 11 tahun 2008.

“Mereka, pembuat dan penyebar informasi hoaks khususnya di media sosial, tentu dapat diancam pidana hukum penjara,” imbuhnya.

Sisi lain, Amri meminta masyarakat dan pemuda Sampang ikut andil menyukseskan pemerintah pada program vaksinasi, dan menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Serta terus tingkatkan berperliku hidup sehat.

“Masyarakat dan generasi milenial yang aktif menggunakan media sosial, harus betul-betul siap menangkal hoaks terutama tentang narasi sesat pada suntik vaksin Covid-19,” pungkasnya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar