Hoaks, Viral Pesan Berantai Pasien Suspect Virus Corona di Sampang

Hoaks, Viral Pesan Berantai Pasien Suspect Virus Corona di Sampang
Screenshot isu suspek corona di group WhatsApp Farmasi RSUD Sampang (Foto: istimewa)

PortalMadura.Com, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, digegerkan dengan isu adanya pasien suspect di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Isu tersebut menyebar berantai dalam bentuk screenshot percakapan di media sosial melalui group WhatsApp ‘Farmasi RSUD Sampang’.

Percakapan dalam group WhatsApp, mengarah kepada warga Dusun Pesanggrahan, Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, yakni Laili Nadhiftul Fikriya (25), yang pulang dari China pada Sabtu, 1 Januari 2020.

Laili merupakan mahasiswi magister jurusan International Relations, Shandong University yang tinggal di asrama Kota Qingdao Provinsi Shandong China. Ia pulang kampung lantaran ada peristiwa virus corona yang mewabah dari Kota Wuhan, China.

Ibu kandung Laili, Sri Astutik, mengaku terganggu ketenangan keluarganya dengan isu hoaks suspect virus corona yang viral di media sosial.

Sedangkan kondisi terkini, kesehatan Laili tetap normal tanpa gejala apapun dan bisa mengerjakan tugas. Sejak dari China sampai di Madura, Laili tidak pernah masuk rumah sakit.

“Selama ini, anak saya sehat, seneng dan tidak apa-apa di rumah. Malah ada isu suspek (Suspect) corona,” katanya, Rabu (12/2/2020).

Dampak isu suspect virus corona, pihaknya selalu menerima pesan WhatsApp dari warga dan beberapa guru yang bertanya tentang kabar Laili yang dituduh tertular virus corona.

“Banyak guru yang chating kepada saya bertanya tentang isu itu. Hati ibu siapa yang tidak merasa sakit jika dibilang suspek corona,” ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Menilai Tak Gampang Pimpin Sumenep

Direktur RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang, dr. Titin Hamidah menyampaikan, isu suspect corona virus yang menyebar via chating di group WhatsApp tidak benar.

Pasien yang ada terjangkit Tuberkulosis (TB) paru, dan tengah dirawat di ruang tulip atau perawatan paru.

“Kami sudah melakukan klarifikasi Mas, isu suspect virus corona tidak benar atau hoaks (hoax),” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.