oleh

Hubungan Menantu dan Mertua Tak Harmonis? Ini 6 Faktor Penyebabnya

PortalMadura.Com – Seorang menantu merupakan orang baru yang hadir ditengah-tengah keluarga mertua. Sehingga antara keduanya harus mempunyai hubungan yang baik, saling menyayangi dan menghormati.

Namun, sebagian besar hubungan antara mertua dan menantu tidak seharmonis yang dibayangkan. Apalagi menantu dengan mertua perempuan yang biasanya saling berkompetisi untuk mendapatkan perhatian dari anak atau suami.

Menurut psikolog keluarga Sri Juwita, bukan berarti mertua perempuan dengan menantu laki-laki bisa selalu akur. Bisa saja terjadi konflik walau jarang terjadi. Sehingga mereka harus memerhatikan beberapa faktor yang biasanya menjadi penyebab hubungan menantu dan mertua yang kurang baik. Apa saja?

Berikut ulasannya:

Perbedaan Nilai
Perbedaan ini seperti halnya gaya hidup antara menantu yang royal dengan mertua yang sederhana. Begitu pun sebaliknya.

Perbedaan Budaya Keluarga
Hal ini dikategorikan bukan sebagai perbedaan suku bangsa, tetapi misalnya, mertua menganut gaya tradisional. Sedangkan, menantu gaya modern.

Adanya Perbedaan Usia yang Terlalu Jauh
Gap antargenerasi ternyata dapat membuat mertua dan menantu memiliki perspektif dan sikap yang berbeda dalam menentukan suatu hal.

Intervensi
Intervensi dalam pernikahan anak-menantu ketika mertua terlalu mencampuri atau mengintervensi rumah tangga anaknya. Hal ini pun dapat memicu konflik atau pertengkaran dengan menantu.

Masalah Terjadi Terus-menerus
Imbas dari konflik yang terjadi terus-menerus adalah pernikahan dari menantu dengan anaknya.

Apalagi jika mertua mengalami skandal yang berskala nasional dan menyangkut publik, pasti membuat malu dan sedih menantu serta anaknya. Kondisi yang tidak nyaman kadang terjadi secara intens bisa membuat menantu merasa pernikahan tidak dapat diteruskan karena merasa kurang nyaman dan tidak bahagia.

Tidak Hormat pada Mertua
Tidak hormat dan tidak menerima mertua sebagaimana adanya menerima mertua atau keluarga dari pasangan merupakan tugas seumur hidup yang menjadi saling berkaitan satu sama lain. (liputan6.com/Desy)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.