oleh

Hujan Guyur Sumenep, Butiran Garam Siap Panen Kembali Cair

PortalMadura.Com, Sumenep – Hujan mengguyur Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Akibatnya, butiran garam yang sudah siap panen kembali cair dan berpengaruh pada hasil produksi garam rakyat.

“Meski tidak terlalu deras, hujan itu tetap membuat garam yang telah siap panen kembali mencair,” kata Kepala Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Abd Hayat, Kamis (27/7/2017).

Turunnya hujan tersebut sangat tidak menguntungkan pada masyarakat Sumenep utamanya bagi petani garam di Desa Pinggirpapas di Kecamatan Kalianget yang merupakan salah satu sentra penghasil garam rakyat di Sumenep.

“Ini sangat menghambat terhadap produksi garam rakyat pada pekan ini. Seharusnya garam itu sudah bisa dipanen, tapi karena terkena hujan akhirnya harus menggarap dari awal lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, kalau cuaca kembali normal, petani garam rakyat dapat memproduksi dan panen garam lagi sekitar enam hari ke depan. Karena produksi garam itu membutuhkan waktu minimal enam hari dalam kondisi cuaca normal.

“Semoga kondisi cuaca kembali normal agar petani bisa berproduksi garam lagi. Kasihan para petani garam kalau kondisi terus tidak menentu,” tuturnya.

Kondisi cuaca yang tidak menentu pada musim kemarau tahun ini membuat produksi garam rakyat tidak maksimal. Minimnya produksi garam itu membuat harga garam tersebut mahal karena stok memang tidak mencukupi kebutuhan.

“Dua pekan terakhir ini, harga garam ditingkat petani di Sumenep mencapai Rp 3.500 per kilogram. Sementara stok garam memang kurang,” tukasnya. (Arifin/Putri)


Komentar