oleh

Hujan Petir Landa Sumenep, Ini Penyebabnya

PortalMadura.Com, Sumenep – Hujan disertai petir melanda sebagian wilayah kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada pukul 11.20 Wib, Rabu (2/12/2015).

Petir atau yang juga disebut halilintar merupakan fenomena alam yang umumnya terjadi pada saat musim penghujan, yang diawali dengan kilatan cahaya. Sesaat kemudian akan terdengar suara gemuruh yang disebut dengan guntur.

Kenapa terlihat cahaya dulu, baru kemudian terdengar suara?. Itu terjadi karena adanya perbedaan waktu kemunculan yang diakibatkan adanya selisih antara kecepatan suara dengan kecepatan cahaya.

Untuk pemahaman yang lebih mudah tentang terjadinya petir, kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral.

Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage.

Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.

Proses terjadinya petir yaitu proses terjadinya muatan di dalam awan, karena awan berjalan secara teratur, dan selama perjalanannya akan berhubungan dengan awan-awan lainnya yang mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif di salah satu sisi, entah itu di atas atau di bawah.

Sedangkan muatan positif berkumpul di sisi lainnya. Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi besar, akan mengakibatkan terjadinya pembuangan muatan negatif atau disebut elektron.

Dalam proses pembuangan ini, udara merupakan media yang akan dilalui elektron. Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara inilah menjadikan suara ledakan atau guntur.

Kenapa terjadinya Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus lebih gampang melewati.(ilmupengetahuan.org)


Komentar