bangkalan, PortalMadura.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus bergerak masif dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat daya beli masyarakat. Pada Senin (6/7/2026), giliran warga Kabupaten Bangkalan, madura, yang disasar program Pasar Murah besutan Pemprov Jatim.
Kegiatan yang dipusatkan di depan Perumahan Grand Kemayoran, Kabupaten Bangkalan tersebut langsung diserbu oleh ratusan warga sejak pagi hari. Mayoritas kaum ibu rela mengantre dengan tertib demi mendapatkan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih miring dibanding harga pasaran.
Suasana di lokasi pasar murah semakin riuh saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir meninjau langsung jalannya kegiatan. Di sela-sela pemantauan stok, Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan bantuan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada sejumlah warga lanjut usia (lansia).
Baca Juga:
Sebelum Dikubur, Gubernur Jatim Minta Dokter Hewan Periksa Puluhan Hiu Paus Mati di Bangkalan
Tak hanya lansia, anak-anak yang datang menemani orang tua mereka juga mendapatkan bingkisan telur ayam ras gratis. Langkah ini sengaja dilakukan sebagai upaya nyata Pemprov Jatim dalam mendukung pemenuhan gizi anak sejak usia dini.
Gubernur Khofifah menegaskan, agenda pasar murah ini bukan sekadar aktivitas transaksi jual beli bahan pangan bersubsidi. Lebih dari itu, program ini merupakan manifestasi kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat terjadi dinamika fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Intervensi yang kami lakukan bukan hanya untuk menjaga stabilitas harga di pasar, melainkan juga menjaga ketenangan psikologis masyarakat. Saat warga bisa membawa pulang sembako dengan harga murah, beban dapur berkurang dan sisa anggarannya bisa dialokasikan untuk kebutuhan keluarga yang lain,” ujar Khofifah, Selasa (7/7/2026).
Sinergi Tekan Inflasi dan Wadah UMKM Naik Kelas
Mantan Menteri Sosial tersebut menambahkan, pelaksanaan pasar murah ini merupakan buah sinergi berkelanjutan antara Pemprov Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah taktis ini terbukti ampuh dalam mengendalikan laju inflasi daerah sekaligus menjamin ketersediaan stok pangan tetap aman.
Menariknya, komitmen Pemprov Jatim tidak berhenti pada pemenuhan pangan murah. Khofifah mengungkapkan bahwa setiap gelaran pasar murah juga dioptimalkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
“Saya sengaja mengambil sampel produk UMKM lokal di sini untuk proses kurasi. Jika produk ini lolos standar kualitas, Pemprov Jatim membuka peluang besar untuk mengikutsertakan mereka dalam program misi dagang antarpovinsi maupun pasar ekspor,” imbuhnya.
Melalui proses kurasi berkala ini, pemerintah daerah dapat mengantongi basis data produk unggulan yang valid dari berbagai pelosok Jawa Timur. Sehingga, saat muncul permintaan pasar berskala besar, UMKM lokal sudah dalam posisi siap suplai.
Dalam pasar murah kali ini, Pemprov Jatim menggelontorkan beragam bahan pangan pokok dengan harga di bawah harga pasar, antara lain:
- Beras Premium: Rp14.000 per kilogram
- Beras Medium SPHP: Rp11.000 per kilogram
- Minyak Goreng: Rp13.000 per liter
- Gula Pasir: Rp14.000 per kilogram
- Tepung Terigu: Rp10.000 per kilogram
- Bawang Merah: Rp7.000 per 250 gram
- Bawang Putih: Rp6.000 per 250 gram
- Cabai: Rp5.000 per 200 gram
- Telur Ayam Ras: Rp20.000 per kemasan
- Daging Ayam Ras: Rp25.000 per kemasan
Melalui harga-harga yang sangat terjangkau tersebut, Pemprov Jatim berharap dapat memberikan napas lega bagi perekonomian rumah tangga di Bangkalan sekaligus mendorong perputaran ekonomi sektor informal. (portalmadura.com)





