oleh

Ilmu Tentang Sujud Sahwi yang Wajib Anda Ketahui

PortalMadura.Com – Islam menganjurkan kepada seluruh umat Muslim untuk melaksanakan salat secara khusyuk. Karena dengan kekhusyukan itu akan memberi keuntungan di dunia maupun di akhirat.

Sayangnya, ada saja halangan dan rintangan yang mengurangi kekhusyukan itu sehingga salatnya atau bacaannya ada yang terlewat dengan alasan kelupaan. Oleh karena itu, sebagian orang kemudian melakukan sujud sahwi untuk menyempurnakannya.

Apa itu sujud sahwi?. Ia adalah bagian ibadah Islam yang dilakukan di dalam salat. Sujud sahwi merupakan sujud yang dilakukan oleh orang yang salat untuk menggantikan kesalahan yang terjadi di dalam salatnya karena lupa.

Para fuqaha mendefinisikan sujud sahwi sebagai: “Sujud yang dilakukan di akhir salat atau setelah salat lantaran kesalahan, baik karena tertinggalnya sesuatu yang diperintahkan atau pun karena dikerjakannya sesuatu yang terlarang tanpa sengaja”.

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan sujud sahwi dilaksanakan, apakah sebelum salam ataukah sesudah salam. Berikut penjelasannya sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Minggu (28/3/2021) dari Islampos.com:

Sebelum Salam

Mazhab Al-Hanafiyah menetapkan bahwa sujud sahwi dilakukan setelah salam, baik karena kelebihan atau karena kekurangan. Caranya dengan membaca tasyahhud lalu mengucapkan salam sekali saja, kemudian membaca tasyahhud lagi lalu mengucapkan salam yang kedua.

Sesudah dan Sebelum

Berbeda dengan mazhab-mazhab lainnya, mazhab Al-Malikyah berpendapat bahwa ada dua tempat untuk melakukan sujud sahwi, yaitu sebelum salam dan sesudah salam.

Yang dilakukan sebelum salam adalah bila sujud sahwi dikerjakan lantaran karena adanya kekurangan dalam mengerjakan gerakan salat.

Misalnya seseorang terlupa tidak duduk dan bertasyahhud awal setelah dua rakaat salat dilakukannya, kecuali dalam salat Subuh yang memang jumlah rakaatnya hanya dua saja.

Maka bila hal itu terjadi, yang harus dilakukan adalah melakukan sujud sahwi sesaat sebelum melakukan salam penutup dari salatnya.

Dalilnya tentang sebelum salam adalah: “Dari Abdillah bin Malik bin Juhainah bahwa Rasulullah SAW langsung bangun setelah dua rakaat pada salat Zuhur tanpa duduk (tasyahhud awal) di antara keduanya. Ketika beliau sudah selesai salat (sebelum salam), beliau pun melakukan dua kali sujud (sahwi),” (HR. Al-Bukhari).

Sedangkan bila penyebabnya karena kelebihan, maka dalam mazhab Al-Malikiyah, waktu untuk mengerjakan sujud sahwinya dilakukan setelah salam.

Misalnya seseorang terlupa dalam salat sehingga dia mengerjakan lima rakaat dari yang seharusnya empat rakat, baik salat Zuhur, Asar atau pun Isya. Maka begitu dia sadar bahwa salatnya kelebihan rakaat, walau pun sudah salam, disunahkan untuk mengerjakan dua sujud sahwi.

Dalil yang menyebutkan beliau sujud sahwi setelah salam adalah hadis berikut ini: “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahuanhu berkata,”Rasullullah SAW mengimami kami 5 rakaat. Kami pun bertanya,”Apakah memang salat ini ditambahi rakaatnya?”

Beliau balik bertanya,”Memang ada apa?” Para sahabat menjawab, ”Anda telah salat 5 rakaat!” Beliau SAW pun menjawab, “Sesungguhnya Aku ini manusia seperti kalian juga, kadang ingat kadang lupa sebagaimana kalian”. Lalu beliau SAW sujud dua kali karena lupa,” (HR. Muslim).

Sedangkan mazhab yang menegaskan bahwa sujud sahwi itu hanya dilakukan sebelum salam adalah Mazhab Asy-Syafi’iyah. Dalam pandangan mazhab ini, apa pun penyebabnya, sujud sahwi tidak dilakukan sesudah salam, melainkan harus dilakukan sebelum salam, alias masih di dalam rangkaian ibadah salat.

Dalilnya sama dengan hadis tentang sujudnya Rasulullah di atas yang dilakukan sebelum salam. Pendapat ini juga diikuti oleh mazhab Al-Hanabilah, dimana mazhab ini mengatakan bahwa semua sujud sahwi dilakukan sebelum salam, dengan dua pengecualian. Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Islampos.com

Komentar