Imbas PPKM Darurat, Persatuan Pedagang “Geruduk” Kantor Satpol PP Bangkalan

Avatar of PortalMadura.com
Imbas PPKM Darurat, Persatuan Pedagang "Geruduk" Kantor Satpol PP Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Puluhan warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Bangkalan (PPB) mendatangi kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Jumat (16/7/2021).

Mereka menuntut petugas penegak peraturan daerah tidak tebang pilih kepada para pedagang pada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

“Satpol PP sangat arogan dan tebang pilih pada proses pembatasan jam buka tempat usaha, sehingga terjadi kecemburuan sosial di kalangan pedagang,” kata korlap aksi, Nasirudin, dalam orasinya.

Bentuk arogansi yang dilakukan petugas Satpol PP, di antaranya, ada salah satu petugas yang menggembosi ban motor pengunjung dan mengambil charger handphone. “Seharusnya humanis,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga Stres Sejak Cerai, Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas dalam Sumur

Selain itu, imbas penerapan PPKM, kata dia, para pedagang semakin tercekik. Saat mencari nafkah, petugas selalu mengejar dan dipaksa menghentikan aktivitas pada pukul 20.00 WIB.

Menurut pedagang, penerapan PPKM tidak diiringi dengan solusi. Tidak ada bantuan apapun bagi pedagang.

“Seharusnya pemerintah bisa lebih berprikemanusiaan. Saat ada penerapan kebijakan jangan sampai membunuh perekonomian rakyat kecil,” ujarnya.

Sementara, Kasatpol PP Kabupaten Bangkalan, Irman Gunaidi mengakui bahwa ada isu petugas Satpol PP menutup warung.

“Kenyataannya, kami tidak pernah menutup, kami hanya memberi teguran kepada para pedagang,” terangnya.

Pihaknya juga menepis tudingan tebang pilih. “Kami tidak pernah tebang pilih, semua kami datangi terutama yang lebih dari tiga orang kami tegur, bagi penjual atau pembeli yang tidak mematuhi prokes,” katanya.

Baca Juga:  Serangan Virus, Petambak Udang di Sumenep Merugi

Dugaan mengambil charger handphone dan menggembosi ban kendaraan pengunjung, pihaknya berdalih tidak ada.

“Pengakuan teman-teman tidak pernah mengambil charger dan menggembosi ban kendaraan, mereka mengaku hanya memberikan teguran saja,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.