oleh

Indahnya Api Tak Kunjung Padam, Pamekasan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Mengunjungi Kabupaten Pamekasan tidak lengkap jika anda tidak mengunjungi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Pamekasan. Objek Wisata tersebut adalah objek wisata Api Tak Kunjung Padam yang terletak di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Sesesuai dengan namanya, saat anda berkunjung ke objek wisata yang terletak beberapa kilometer sebelah selatan Kota Pamekasan ini, akan dibuat terkejut dengan munculnya api dari bawah tanah yang tak pernah padam, meskipun hujan mengguyur wilayah tersebut.

Para wisatawan yang berkunjung ke Api Tak Kunjung Padam tersebut dapat menikmati fenomena alam tersebut dari sebuah pagar melingkar yang difungsikan untuk melindungi pengunjung dari fenomena alam tersebut.

Selain dapat menikmati keindahan Api Tak Kunjung Padam, pengunjung dapat juga membeli cenderamata khas Madura. Selain itu pengunjung juga bisa merasakan sensasi membakar jagung maupun ikan langsung dari api yang berasal dari Api Tak Kunjung Padam yagn telah disediakan oleh sejumlah pedagang di lokasi tersebut.

Api Tak Kunjung Padam dan Legenda Ki Moko

Dibalik keindahan fenomena alam Api Tak Kunjung Padam, masyarakat Pamekasan  memiliki legenda yang di ceritakan scara turun-temurun mengenai fenomea alam tersebut. Legenda tersebut menceritakan kehadiran seorang tokoh bernama Ki Moko, yang dikenal sebagai seorang yang sakti dan ternama di Madura.

Dalam legenda tersebut diceritakan, ada seorang pemuda bernama Hadagi mempelajarai agama Islam dan menyebarkannya di desa tersebut. Karena kepandaiannya, ia memeroleh julukan Ki Moko dari warga sekitar. Suatu ketika Ki Moko ingin mempersuntung seorang putri Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai timur. Ikan itu sejenis lele yang dikatakan warga Madura juko’ ketteng. Peristiwa ajaib terjadi saat mata ikan tersebut berubah menjadi mutiara.

Kemudian pesta pernikahan pun dilangsungkan tepat di bawah pohon Palembang. Karena keadaan yang gelap, Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah dan peristiwa ajaib kembali terjadi. Seketika itu juga muncullah api dari bekas tancapan tongkat tadi dan titik api itulah yang hingga kini terus menyala.

Tidak Terawat, Disukai Wisatawan Lokal

Walaupun Api Tak Kunjung Padam merupakan salah satu objek wisata tertua di Pamekasan namun sayang kondisinya saat ini cukup memperihatinkan. Pantauan PortalMadura.com di lapangan, kondisi infrastuktur menuju objek wisata tersebut cukup rusak, hal yang sama juga terjadi saat memasuki areal wisata kondisi fasilitas pendukung wisata sangat minim. Namun keberadaan objek wisata tersebut menjadi salah satu lokasi jujukan wisatawan lokal terutama warga Kabupaten Pamekasan sendiri.

Salah satu warga yang ditemui PortalMadura.com mengatakan, walaupun kondisinya cukup memperihatinkan. Namun jumlah wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut cukup banyak, terutama saat akhir pekan ataupun saat hari libur nasional.

“Kalau bicara fasilitas, kondisinya seadanya saja. Tapi banyak yang masih datang kesini” ungkap Fadholi (32) warga Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. (Deny)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.