oleh

Indonesia dalam Perspektif Masa Kini

PortalMadura.Com, Sumenep – Diskusi publik bertajuk “Indonesia Dalam Perspektif Masa Kini”, berlangsung di salah satu cafe di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (6/5/2021) malam.

Kegiatan tersebut digagas Direktur Forum Dialog Indonesia, Nur Khalis, yang disebarluaskan Channel YouTube PortalMaduraTV.

Sebagai Keynote Speaker melalui virtual zoom yakni Prof. Yuddy Chrisnandi, SH. ME. selaku Duta Besar RI untuk Ukraina, Armenia & Georgia.

Nara sumber yang juga hadir virtual, Dosen IAIN Cirebon sekaligus direktur Taranica Research and Consulting, Anwar Noris, M.Si.

Selain itu, hadir langsung Dr. ( c ) Iwan Kuswandi, M.Pd.I selaku Dosen STKIP PGRI Sumenep dan Syaifur Rahman, M.Ag, Dosen IAIN Palopo sekaligus pengamat sosial keagamaan. Selaku moderator Fianolita Purnaningtias, host PortalMaduraTV

Direktur Forum Dialog Indonesia, Nur Khalis menyampaikan, kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan baik tenaga, pikiran, materi.

Bahkan, kata dia, tangisan air mata yang dihibahkan oleh para pandahulu yang menyatu, terikat kuat dengan identitas kebangsaan dalam keberagaman yang seirama dengan kesamaan visi bersama untuk mewujudkan Indonesia merdeka yang menjadi ikon kebanggaan semuanya.

“Anugerah kemerdekaan yang sudah 75 tahun kita jalani ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan merawat keutuhannya dan mengisinya dengan hal-hal yang positif,” katanya pada pembukaan diskusi publik tersebut yang juga hadir sejumlah mahasiswa, akademisi dan politisi.

Ia mengemukakan, sebagai komitmen atas janji-janji kemerdekaan bangsa ini, maka pihaknya menggagas Forum Dialog Indonesia sebagai wadah persemaian ide dan gagasan dari berbagai kalangan sebagai respon atas fenomena dan problematika serta dinamika bangsa ini yang komplek.

Indonesia dalam perspektif masa kini yang menjadi titik fokus diskursus dalam kegiatan ini, pertama, adalah sebagai ikhtiar dalam merespon dan menjawab fenomena meningkatnya keretakan hubungan harmonis sesama manusia, antar kelompok, antar agama yang menyebabkan desintegrasi sosial yang semakin merajalela dan tercerabutnya nilai-nilai nasionalisme.

Kedua, sebagai ruang evaluasi sekaligus pengawasan perjalanan bangsa ini dari waktu ke-waktu dan dari hari ke-hari . “Evaluasi dan pengawasan perjalanan bangsa ini penting dilakukan setiap saat di tengah perubahan kehidupan yang begitu cepat yang ditandai dengan digitalisasi yang menerobos sekat-sekat geografis dan tidak mengenal waktu dan tempat,” katanya.

Di era digital ini, kata dia, perlu kesiapan, komitmen, dan gagasan-gagasan yang presisi sebagai benteng pertahanan dalam menjaga identitas kebangsaan ini.

“Tujuan yang ketiga dari kegiatan ini, untuk menjawab tantangan dan persaingan global di tengah pandemi Covid-19 dan sekaligus untuk memperkuat jati diri bangsa dengan penguatan nasionalisme, dan religiusitas-profetik,” tandasnya.

Atas nama Forum Dialog Indonesia, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua kalangan, semoga kegiatan tersebut bermanfaat untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

“Mari kita terus berkarya, mari kita terus berkreasi, mari kita terus berinovasi, mari kita jaga jati diri bangsa ini dengan semangat nasionalisme,” ucapnya.

“Jangan ada kata lelah untuk Indonesia,” katanya penutup sambutannya(*)

Penulis : Hartono
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar