oleh

Ingin Anak Anda Jadi Seorang Hafiz Qur’an? Didiklah Dengan Cara Ini

PortalMadura.Com – Semua orang tua pasti ingin memiliki anak yang bisa menjadi kebanggaan keluarga. Mengharapkan anak menjadi seorang Hafiz Qur’an (penghafal Qur’an) mungkin salah satu keinginan orang tua.

Banyak keutamaan yang pastinya akan didapatkan oleh seorang penghafal Qur’an dan ini yang membuat banyak orang ingin menjadi penghafal Qur’an agar mendapatkan syafaat di hari akhir nanti.

Jika Anda sebagai orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi hafiz Qur’an caranya bisa dilakukan sendiri di rumah. Cara pengajarannya pun dimulai semenjak anak kita lahir.

Berikut delapan hal yang perlu Anda lakukan agar anak menjadi Hafiz Qur’an:

Orang Tua Sepakat Menjadikan Keluarga Qurani Sebagai Misi dan Visi Keluarga
Al-Qur’an merupakan kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Itulah prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh pasangan suami istri dalam mendidik buah hatinya. Harus diingat, bahwa keberhasilan pendidikan anak adalah hasil integrasi kedua orang tuanya, bukan dari ibu saja.

Jangan terlalu mengandalkan sekolah. Karena 2/3 keberhasilan pendidikan itu ada di rumah.

Memperkenalkan Al-Qur’an Kepada Buah Hati Sejak Dini Bahkan Semenjak Masih di dalam Kandungan
Perdengarkan murottal sejak anak masih dalam kandungan. Sebagaimana fakta yang kita ketahui bahwa bayi yang masih dalam kandungan dapat mendengar suara yang ada disekitarnya.

Anak yang dibiasakan mendengarkan bacaan Al-Qur’an sejak di dalam kandungan baik untuk perkembangan otak janin, juga sebagai pembiasaan terhadap anak agar terbiasa mendengar Al-Qur’an sehingga anak nantinya dalam usia dini mampu menghafal Al-Qur’an dengan mudah.

Membiasakan Anak-anak Berinteraksi dengan Al-Qur’an Setiap Hari
Perdengarkan murottal di setiap waktu terutama menjelang mereka tidur. Membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Al-Qur’an dan memberikan pemahaman bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah yang seharusnya menjadi pedoman hidup, maka akan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an hingga mereka menginjak dewasa.

Orangtua Senantiasa Menjadi Suri Tauladan Bagi Sang Anak
Saat suami istri sudah sepakat untuk membentuk keluarga Qurani, maka sang ayah dan ibu harus memberikan teladan. Orangtua harus rajin mengaji dan menghapal Al-Qur’an.

Sang anak dapat mendengar dan Anda jangan kaget jika dia dapat mengikuti bacaan orangtuanya yang sedang murojaah. Hal itu karena mereka sering mendengar ayat-ayat tersebut.

Membuat Jadwal untuk Menghafal dan Murojaah Bagi Anak
Menjadwalkan waktu untuk setoran hafalan dan murojaah sangat penting. Sebaiknya diskusikan hal ini bersama anak sehingga anak akan nyaman saat menjalankannya.

Misalnya: Jadwal murojaah adalah setiap pulang dari salat subuh berjamaah bersama ayah di masjid. Jadwal setoran hafalan adalah setiap selepas salat maghrib.

Terapkan dengan konsisten untuk membentuk pola menghafal dan murojaah yang kuat pada sang anak.

Berikan Reward untuk Prestasi Sang Anak
Misalnya: setiap selesai menghapal satu surat ibu membuatkan kue kesukaan sang anak.

Bangun Dakwah di dalam Rumah
Ajak anak-anak untuk berkumpul dan mendengarkan cerita Islami yang akan dapat mempertebal keimanan mereka.

Orangtua juga harus terus menerus meningkatkan ilmunya sehingga mampu menjadi madrasah (pelajaran) yang sebaik-baiknya bagi sang anak.

Mensekolahkan Anak ke Pesantren Tahfiz/ Menimba Pendidikan di Pesantren Tahfiz
Rasulullah bersabda: “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an,” (HR Abu Daud). (ummi-online.com/Salimah)


Komentar