oleh

Ini 5 Tanda Kulit Sedang Stres

PortalMadura.Com – Masalah kulit ternyata tidak hanya disebabkan oleh faktor dari dalam tapi juga dari luar, salah satunya yaitu gaya hidup yang tidak sehat. Sehingga, hal ini bisa menyebab stres pada kulit.

Ada beberapa tanda yang bisa diketahui jika kulit Anda stres. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman merdeka.com, berikut ciri-ciri kulit yang sedang mengalami stres yang perlu Anda tahu.

Muncul Lingkaran Hitam di Sekitar Mata

Stres cenderung membuat siapa pun sulit untuk tidur. Sehingga sirkulasi darah melambat, yang dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah mata meluas. Hasilnya? lingkaran hitam di sekitar mata.

Muncul Kerutan pada Wajah

Secara alami, kulit akan mengalami penuaan. Namun, stres dapat mempengaruhi otak Anda dan menyebabkan keriput timbul lebih cepat. Ketika merasa cemas, sedih maupun merasa lelah akibat kurang istirahat. Lambat laun, Anda bisa melihat garis halus atau kerutan di sekitar kening, mulut dan mata.

Kulit Terlihat Kusam dan Mudah Berjerawat

Kulit akan terlihat kusam ketika dilanda stres karena saat stres tubuh mudah kehilangan cairan. Akibatnya, tidak mampu menyingkirkan sel-sel kulit mati. Selain kulit kusam, stres juga dapat menimbulkan rasa gatal serta serpihan atau ‘flaky’ pada wajah. Stres menyebabkan peradangan yang menyebabkan rash, rosacea maupun eksim. Jerawat pada wajah juga dapat menjadi salah satu tanda akibat stres.

Wajah Tampak Lelah

Stres secara tidak langsung mempengaruhi produksi kolagen sehat dalam kulit. Sehingga, kulit akan tampak kusam dan membuat wajah terlihat lelah. Karena selain kolagen, stres juga membuat produksi melanin menurun. Padahal melanin merupakan pigmen yang memberikan warna pada kulit.

Rambut Rontok

Tidak hanya berdampak pada kulit, stres juga dapat menyebabkan rambut rontok secara tiba-tiba. Ketika seseorang mengalami stres berat, folikel rambut menjadi prematur lalu diikuti dengan kerontokan rambut.

Sekarang setelah Anda mengetahui tanda-tanda stres kulit, bagaimana cara untuk mengatasinya? Solusi terbaik yaitu mengelola penyebab stres itu sendiri. Dan ini bisa berarti mengubah kebiasaan-kebiasaan tidak sehat yang selama ini Anda pelihara.

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber : Merdeka.Com