oleh

Ini 7 Barang Hasil Kesalahan Penelitian yang Benilai Guna

PortalMadura.Com – Kebutuhan manusia semakin hari bertambah, apalagi dibidang teknologi. Sehingga para ilmuwan melakukan penelitian sampai praktik di laboratorium untuk memenuhi dan menyempurnakan terobosan yang sudah ada sebelumnya.

Namun ternyata, tidak semua penelitian yang dilakukan itu berhasil. Justru hal yang gagal itu, menjadi teknologi baru yang tidak disangka dan membuahkan barang yang bernilai guna.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman merdeka.com yang dikutip dari Listverse, berikut beberapa kesalahan penelitian yang menjadi barang bernilai guna dan masih dipakai hingga saat ini.

Teflon

Peralatan masak teflon merupakan salah satu penemuan teknologi yang sangat berguna di dunia masak memasak. Tanpa wajan anti-lengket, bahan makanan akan lengket saat dimasak dan susah untuk disajikan atau dicuci.

Teflon sendiri, atau nama ilmiahnya adalah PTFE atau polytetrafluoroethylene dalam dunia ilmiah, sebenarnya ditemukan secara tidak sengaja ketika ilmuwan dari DuPont yakni Roy Plunkett, sedang mengembangkan pendingin CFC baru.

Ketika ia membuka tabung gas untuk eksperimen, ia menemukan reaksi antara polytetrafluoroethylene dan cangkang besi dari tabung tersebut. Hasilnya, sebuah zat lilin yang nampak tidak berguna. Akhirnya di tahun 1954, terdapat ide untuk melapisi peralatan masak dengan zat ini namun yang telah dikembangkan, untuk mencegah masakan menempel ke wajan.

Akhirnya hingga sekarang, hampir semua peralatan masak modern dilapisi dengan berbagai macam teflon dengan berbagai ragam jenis.

Kaca Film

Kaca sudah ada di kehidupan manusia sejak lama. Manusia zaman dahulu menggunakannya di jendela gedung yang mewah, jadi seni yang tinggi, perhiasan, dan lain sebagainya. Permasalahan utama dari kaca di zaman dahulu yaitu kemudahannya untuk pecah dan pecahannya tajam dan berbahaya.

Kaca di zaman sekarang yang ditemui di mobil seperti kaca film dan kaca jendela yang aman, pecahannya tidak akan berbahaya. Meski demikian, penemuan hal tersebut merupakan sesuatu yang kebetulan.

Ahli kimia dari Prancis yang bernama Edouard Benedictus tidak sengaja menjatuhkan gelas kimia. Gelas tersebut tidak benar-benar pecah karena gelas tersebut mewadahi selulosa nitrat yang meninggalkan lapisan film di dalam kacanya.

Akhirnya kaca berlapis plastik ini dikembangkan lebih lanjut, namun awalnya digunakan untuk helm gas air mata untuk Perang Dunia I. Namun akhirnya berbagai jenis dari kaca ini dikembangkan dan jadi makin banyak ditemui di barang-barang sehari-hari.

Microwave

Microwave merupakan salah satu barang yang sangat berguna di dapur. Penemuan alat ini juga tidak disengaja.

Berawal dari Percy Spencer, seorang insinyur radar, yang sedang melakukan percobaan pada magnetron. Magnetron merupakan tabung vakum yang dulu pertama kali ditemukan pada tahun 1945 silam.

Dalam percobaan ini, secara tidak sengaja ia selalu melelehkan cokelat yang ada di sakunya. Untuk menganalisis lebih lanjut, ia membawa jagung kering dan akhirnya berubah menjadi pop corn. Secara tidak sengaja ia menemukan cara baru dalam memasak.

Akhirnya pada tahun 1960 an, Microwave mulai dijual di pasaran. Setelah sebelumnya bertahun-tahun uji coba membuat microwave ini dengan susah payah. Mulai ukurannya yang terlalu besar, hingga proses pemanasannya yang cukup lama.

Plastik

Saat ini, sangat tidak sulit menemukan plastik. Dalam radius satu meter dari lokasi Anda saat ini, pasti ada sesuatu berbahan plastik. Bahkan laut pun kini dipenuhi sampah yang didominasi sampah plastik. Saat ini, penggunaan bahan yang satu ini sedang diminimalkan.

Plastik sendiri awalnya dikembangkan justru untuk melindungi satwa liar. Ketika dulu umat manusia memburu gading gajah, kulit penyu, tanduk, dan banyak hewan lainnya, plastik diciptakan untuk menggantikan hal tersebut.

Hal ini pun muncul tidak sengaja, karena awalnya pada tahun 1869, seorang ilmuwan bernama John Hyatt ditugaskan untuk mencari pengganti bola bilyar dari gading gajah. Zat tersebut tidak ditemukan, alih-alih ia menemukan zat dengan gabungan selulosa, yang merupakan serta kapas, yang digabungkan dengan kapur barus. Hasilnya, sebuah zat fleksibel, kuat, dan dapat dicetak.

Penemuan ini makin dikembangkan sehingga ditemukan plastik sintetis, yang benar-benar tidak bisa meleleh. Akhirnya komponen ini digunakan di semua hal apapun yang Anda gunakan sekarang.

Besi Anti Karat (Stainless Steel)

Besi tahan karat merupakan salah satu penemuan paling revolusioner, dan banyak diaplikasikan di barang-barang di sekitar Anda. Stainless Steel sendiri ditemukan dari ketidak sengajaan dalam pengembangan besi dan baja.

Awalnya, campuran baja dikembangkan namun tidak tahan karat. Setelah itu, ketika besi untuk laras senapan dikembangkan, seorang ahli metalurgi bernama Harry Brearley bereksperimen untuk menambahkan kromium ke logam cair. Laras senapan tetap berkarat, namun justru logam yang ia buang tidak berkarat.

Akhirnya, logam buangan ini dipasarkan sebagai alat makan pengganti perak.

Pengembangan selanjutnya dikembangkan dan akhirnya stainless steel makin tidak bisa berkarat. Akhirnya tipe besi ini dipakai di kendaraan seperti kereta dan pesawat terbang. Anda juga akan selalu melihat jenis besi ini di dapur atau lokasi bangunan.

Bubble Wrap

Anda mungkin mengetahui bubble wrap sebagai mainan letus untuk menghilangkan bosan. Namun fungsi asli dari hal ini adalah melindungi barang-barang dari goncangan dan mengurangi dampaknya ketika terjatuh. Meski demikian, jauh dari fungsi aslinya, bubble wrap awalnya difungsikan sebagai wallpaper bertekstur.

Dua orang ilmuwan bernama Alfred Fielding dan Marc Chavennes memanaskan dua lembar tirai kamar mandi melalui sebuah alat pemanas, sehingga membuatnya jadi selembar plastik dengan gelembung di tengahnya. Mereka berniat untuk membuatnya jadi hiasan tembok namun tidak benar-benar bagus.

Kemudian muncul ide sedikit ilmiah untuk menjadikannya isolasi rumah kaca. Namun setelah eksperimen, akhirnya ide ini juga gagal.

Akhirnya, setelah plastik tersebut tidak berguna, IBM menggunakan plastik-plastik tersebut untuk melindungi komponen-komponen komputernya ketika diangkut. Akhirnya, bubble wrap digunakan untuk membungkus barang elektronik dan pecah belah yang dipaketkan hingga saat ini.

Peniti

Peniti mungkin merupakan salah satu barang yang kecil bentuknya namun besar kegunaannya. Tentu, penemuannya terjadi secara tidak sengaja.

Seseorang mekanik biasa bernama Walter Hunt mengutak-atik sepotong kawat, hingga ketika dalam posisi tertentu ia berhasil membuatnya sebagai pin. Sadar akan kegunaannya bukan dalam hal mekanik namun untuk hal-hal sepele, ia menyempurnakannya.

Ia menambahkan semacam lilitan yang membuatnya seperti pegas, memperuncing ujung kawatnya jadi seperti jarum, lalu membuat pengaman sekaligus penutup keruncingan ujungnya.

Hunt akhirnya sukses mematenkan penemuan peniti ini. Ia pun berhasil mengembangkan mesin jahit jarum runcing namun penemuannya disalin orang lain dan dipatenkan. Ia sendiri terlilit hutang dan menjual hak paten peniti miliknya.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar