Ini Alasan Pentingnya Terapi Seni Bagi Perkembangan Anak Autis

Avatar of PortalMadura.com
Ini Alasan Pentingnya Terapi Seni Bagi Perkembangan Anak Autis
ilustrasi

PortalMadura.Com – Salah satu cara efektif yang dapat mendorong perkembangan anak autis maupun Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) lainnya, yaitu melalui aktivitas seni. Dengan seni, kemampuan komunikasi dan interaksi sosial pada anak autis dapat berkembang, seperti melatih menggambar, melukis, dan kegiatan seni lainnya.

“Salah satu cara yang terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak dengan autisme adalah melalui kegiatan seni,” kata Ortopedagog dan Co-Founder Drisana Center, Nuryanti Yamin, dikutip PortalMadura.Com, Kamis (28/11/2019) dari Liputan6.com.

Lebih lanjut Nuryanti menjelaskan, bahwa seni memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak autis. Seni dapat digunakan untuk membantu masalah pemrosesan sensorik, seperti taktil (peraba) dan visual (penglihatan).

Baca Juga:  Lucu, Unik dan Seru, Filosofi Lomba Estafet Sarung Ibu-Ibu PKK Sumenep

Tidak hanya itu saja, seni juga dapat meningkatkan keterampilan motorik halus, sosial emosional, ekspresi, adaptable, dan meningkatkan kemampuan untuk mengenali ekspresi wajah.

Pasalnya, anak dengan autisme tidak dapat mengekspresikan emosi seperti anak pada umumnya. Dengan diperkenalkan pada seni, anak berkebutuhan khusus dapat berimajinasi dan mengekspresikan diri.

Baca Juga: 5 Jenis Terapi Anak Autis yang Efektif

“Kalau anak sudah minat, anak akan melakukan hal itu secara terus-menerus. Ketika anak melakukan suatu hal yang rutin, itu lagi, itu dan lagi, kita bisa melihat bahwa sebenarnya anak itu minat dengan kegiatan itu. Dan biasanya yang menjadi tugas kita sebagai guru, anak ini diajari dari titik nol seperti megang pensil, tapi minat gambarnya tinggi,” jelas Nuryanti.

Baca Juga:  Jurnalis di Sumenep Belajar Cek Fakta

Nuryanti yang juga seorang guru di sekolah khusus untuk anak autis, menerangkan bahwa melalui terapi seni anak akan diajarkan hal-hal umum terlebih dahulu seperti memegang pensil dengan benar dan mengenalkan anak dengan banyak bentuk. Hal ini dilakukan supaya apa yang dipikirkan anak dapat direpresentasikan pula dengan baik melalui gambar.

Maka dari itu, penanganan yang tepat terhadap anak dengan autisme memungkinkan si kecil tumbuh dan berkembang dengan bakat yang luar biasa sehingga membuatnya mandiri. Melalui kegiatan seni, seperti menggambar anak dapat menuangkan apa yang dirasakan, diinginkan, dan diucapkan.

“Kondisi anak dengan autisme bisa berangsur-angsur membaik jika ditangani sejak dini, salah satunya melalui terapi seni. Melalui seni, anak dengan autisme dapat lebih mudah beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya, “ tambah seorang pekerja seni yang juga ibu anak autis, Dian Sastrowardoyo.

Baca Juga:  Lucu, Unik dan Seru, Filosofi Lomba Estafet Sarung Ibu-Ibu PKK Sumenep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.